Bogor Siapkan Bantuan Air Bersih
Musim kemarau baru saja datang, tetapi sebagian warga Kota Bogor mulai merasakan dampaknya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bogor - Musim kemarau baru saja datang, tetapi sebagian warga Kota Bogor mulai merasakan dampaknya.
Sumur-sumur yang selama ini menjadi sumber air perlahan menyusut, sementara debit sungai mulai berkurang. Air yang selama musim hujan terasa melimpah, kini menjadi sesuatu yang harus dijaga.
Menghadapi kondisi itu, Pemerintah Kota Bogor meminta Perumda Tirta Pakuan bersiap menghadapi kemungkinan krisis air bersih di sejumlah wilayah. Armada tangki air pun disiagakan untuk menjangkau warga yang mulai kesulitan memperoleh air.
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, perhatian utama diberikan kepada masyarakat yang masih mengandalkan sumur dan belum memiliki sambungan air bersih.
"Karena itu saya menginstruksikan Perumda Tirta Pakuan untuk menyiapkan langkah darurat dengan menyalurkan bantuan air bersih menggunakan armada tangki air kepada masyarakat yang terdampak kekeringan," ujarnya, Minggu (19/7).
Bagi Dedie, kehadiran perusahaan daerah tidak berhenti pada pelayanan pelanggan. Saat musim kemarau datang, perusahaan air minum juga harus menjadi garda terdepan membantu warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan paling mendasar.
Namun, langkah darurat hanyalah solusi sementara. Dedie juga mengimbau masyarakat yang belum memiliki sambungan air bersih untuk mulai mendaftarkan pemasangan sambungan baru sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau pada tahun-tahun mendatang.
Di sisi lain, tantangan juga dirasakan Perumda Tirta Pakuan. Fenomena perubahan iklim yang dipengaruhi El Nino dan La Nina membuat debit Sungai Ciliwung dan Sungai Cisadane, dua sumber utama air baku di Kota Bogor, mulai mengalami penurunan.
Saat ini, Perumda Tirta Pakuan melayani sekitar 197.638 sambungan rumah atau sekitar 75,46 persen dari total rumah tangga di Kota Bogor. Menjaga pasokan bagi hampir tiga perempat warga kota tentu bukan pekerjaan ringan ketika sumber air mulai berkurang.
Direktur Operasional Perumda Tirta Pakuan, Dani Rakhmawan, mengatakan setiap musim menghadirkan tantangannya sendiri.
Saat musim hujan, debit air memang meningkat, tetapi tingkat kekeruhan juga tinggi sehingga proses pengolahan menjadi lebih rumit. Sebaliknya, ketika kemarau tiba, kualitas air cenderung lebih jernih, namun volume air justru menurun sehingga distribusi harus diatur lebih cermat.
"Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor terus melakukan pemantauan dan pengolahan sesuai kondisi di setiap musim agar kualitas pelayanan kepada pelanggan tetap terjaga," katanya.
Selain menyiapkan distribusi air bersih bagi warga terdampak, perusahaan juga mengajak masyarakat ikut berperan menjaga ketersediaan air dengan menggunakan air secara lebih bijak.
"Mari gunakan air secara bijak kapan pun musimnya," ujar Dani. (rizki mauludi/gin)
Editor : Inilahkoran

