Sekretaris Komisi IV Minta Kontraktor Proyek Pembangunan RSUD Bogor Utara Diblacklist
penyedia jasa proyek pembangunan RSUD Bogor PT Jaya Semanggi Enjineering diminta komisi IV agar diblacklist
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor-Sekretaris Komisi iV DPRD Kabupaten Bogor Ruhiyat Sujana menyoroti dan sangat kecewa atas molornya proyek pembangunan RSUD Bogor Utara di Desa Cogrek, Parung, Kabupaten Bogor.
Dia pun secara tegas meminta penyedia jasa proyek pembangunan RSUD Bogor Utara, yaitu PT. Jaya Semanggi Enjineering untuk dimasukkan atau dimohonkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor ke dalam daftar hitam atau black list..
"Melihat hasil pekerjaannya, Saya minta penyedia jasa atau kontraktor proyek pembangunan RSUD Bogor Utara dimasukkan ke dalam daftar hitam atau blacklist saja," pinta Ruhiyat Sujana kepada wartawan, Selasa, 17 Mei 2022.
Baca Juga: Asep Wahyuwijaya Nilai Pemkab Bogor Menyia-nyiakan Bankeu Pemprov Jawa Barat untuk RSUD Bogor Utara
Ruhiyat Sujana beralasan, bahwa PT Jaya Semanggi Enjineering telah merugikan Pemkab Bogor. Hingga wajar apabila diberikan sanksi berupa dimasukkan ke dalam daftar hitam.
"Dengan molornya proyek pembangunan RSUD Bogor Utara, Kabupaten Bogor rugi waktu, rugi anggaran dan bahkan bisa menjadi rugi dalam hal kualitas pekerjaan," tutur Ruhiyat Sujana.
Politisi Partai Demokrat ini juga menyatakan kecewa atas kinerja pejabat pembuat komitmen (PPK) maupun kuasa pengguna anggaran (KPA) atau Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor.
Baca Juga: Direncanakan Sejak 12 Tahun Lalu, Proyek Pembangunan RSUD Bogor Utara Belum Juga Rampung
"Saya melihat PPK dan KPA sudah baik monitoringnya, cuma kurang cermat dan tegas. Hingga pasca diberikan kompensasi waktu, PT Jaya Semanggi Enjineering, lagi-lagi diberikan kesempatan tambahan hingga dua kali," katanya.
Ruhiyat Sujana menjelaskan akibat berpotensi tidak rampung, Pemkab Bogor bakal mengeluarkan anggaran untuk melanjutkan proyek pembangunan RSUD Bogor Utara.
"Potensi kerugian anggaran bisa saja terjadi karena yang harusnya buat membangun insfrastruktur lain, digeser untuk memperbaiki atau menuntaskan pembangunan RSUD Bogor Utara," jelas Ruhiyat Sujana.
Ia berharap molornya pembangunan RSUD Bogor Utara tidak menjadi kebiasaan, terlebih jika anggarannya merupakan bantuan keuangan (Bankeu) dari Pemprov Jawa Barat maupub pemerintah pusat.
"Pemkab Bogor kedepan harus bisa memanfaatkan secara maksimal, anggaran Bankeu yang ada dan jangan menyia-nyiakannya lagi," tukasnya. (Reza Zurifwan)
Editor : inilahkoran


