Wisata Susur Sungai Cikeas, Sumber Masalah yang Kini Jadi Anugerah
Sungai Cikeas kini telah berubah. Dari yang tadinya sumber masalah di Kabupaten Bogor, kini jadi anugerah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor- Sungai Cikeas yang membelah kawasan Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi di Provinsi Jawa Barat sejak lama dikenal dengan sampah bambunya.
Sungai Cikeas memanjang dari hulu di Gunung Geulis, tepatnya di sebuah desa di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor dan berhilir di Cikarang Bekasi Laut, Kecamatan Babelan, Kota Bekasi.
Dengan banyaknya sampah bambu yang terbawa derasnya arus air, tentunya merepotkan para pegiat pencinta lingkungan hidup, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor dan DLH Kota Bekasi.
Baca Juga: Vonis untuk YouTuber M Kace Akhirnya Dipotong Hakim, Hanya Jadi 6 Tahun Penjara...
Sampah bambu yang kemudian menyatu dengan jenis sampah lainnya itu menyumbat aliran sungai di Bendung Kodja, Bendungan yang berada di dua wilayah bertetangga.
Akibat sumbatan sampah tersebut, empat perumahan warga di hulu Bendungan Kodja menjadi daerah langganan bencana banjir.
Dari tahun ke tahun persoalan sampah bambu tak pernah tuntas diatasi. Meski para "penjaga" sungai di Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi telah berkomunikasi, tetapu sampah bambu di Sungai Cikeas tetap saja menjadi persoalan pelik bagi mereka.
Baca Juga: Persib Siap Jamu Bonek yang Dukung Persebaya di Turnamen Piala Presiden 2022
Melihat kondisi ini, tergeraklah niat sekumpulan warga untuk berbuat. Walau hanya pada satu titik, namun upaya telah dimulai dengan menjaga kebersihan sungai secara rutin.
Warga di perumahan Vila Nusa Indah 3, Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor pun memulai gerakan penanganan Sungai Cikeas.
Giat tersebut tidak hanya semata dalam upaya bebersih sampah bambu, tetapi juga akan pengembangan potensi destinasi atau objek wisata air atau alam.
Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) pun ikut menginisiasi, dibangunlah oleh warga sebuah destinasi wisata berbasis kuliner bernama Dermaga 6 Sejak akhir Tahun 2021.
Mungkin tanpa disadari, kehadiran Dermaga 6 itu sekaligus ikut mengatasi persoalan sampah bambu di Sungai Cikeas. Pasalnya, destinasi tersebut berada di bibir sungai. Mengindahkan Dermaga6, berarti pula menjadikan bantaran sungai bersih dan terawat.
Baca Juga: Ini Jadwal dan Negara yang Menggelar Audisi Global Boy Band BIGHIT MUSIC
Gayung pun bersambut. Gerakan warga ini ditangkap oleh Kepala Desa Bojongkulur, Firman Riansyah. Tak ingin hanya sebatas itu, Firman pun mengakselerasi dan mendengungkan strategisnya mengembangkan Bojongkulur sebagai Desa Wisata.
Konsep inipun mendapat dukungan banyak kalangan dan berkembang menjadi sebuah program kegiatan. Telah diimplementasikan dalam sebuah pencanangan pada akhir Bulan Mei 2022. Mendapat sentuhan berbagai pihak, program Desa Wisata Bojongkulur dikembangkan dan dipertajam sasaran 'pasarnya'.
Ketua Desa Wisata Bojongkulur yang juga Ketua KP2C Puarman meraea tertantang untuk mengelola Dermaga 6 dan sekaligus Sungai Cikeas.
Baca Juga: Persib Prioritaskan Stadion GBLA jadi Venue Babak Grup C Turnamen Piala Presiden 2022
Dari idenya beserta rekan lainnya, lahirlah kemudian sederet program wisata yang akan dikembangkan unit kerja Desa Bojongkulur tersebut.
Mereka berencana mengembangkan
wisata sungai, wisata kuliner dan juga wisata olah raga.
"Untuk tahap awal dimulai dari wisata susur Sungai Cikeas, dengan menikmati panorama sungai Cikeas nan asri dan aman," ucap Puarman kepada awak media, Senin, (06/06/2022).
Puarman menambahkan wisata susur Sungai Cikeas tersebut akan dilaunching pada Sabtu, 18 Juni mendatang.
Wisata Susur Sungai Cikeas tersebut akan menggunakan perahu karet (river boat). Selain untuk sarana hiburan yang menyenangkan, susur sungai ini diharapkan juga menjadi wahana edukasi dan melatih ketahanan fisik peserta.
"Susur Sungai Cikeas merupakan kegiatan mengenal ekologi sungai dan karakteristik sungai. Kegiatan ini meliputi pengenalan arus air, komponen maupun ekosistem yang ada di sungai, lingkungan sekitar sungai serta badan sungai," tambah Puarman.
Dari sisi keselamatan, wisata Susur Sungai Cikeas ini aman dari ancaman bencana alam banjir karena didukung sistem peringatan dini TMA milik KP2C yang ditempatkan di hulu sungai (Cibinong dan Cikeas).
Baca Juga: Dubes Palestina Sampaikan Belasungkawa kepada Ridwan Kamil
"Arus Sungai Cikeas terbilang tenang dan aman. Semua peserta akan memakai alat pelindung diri seperti pelampung dan helm. Dan yang terpenting, operator perahu boat sudah memiliki sertifikat federasi arung jeram Indonesia," jelasnya.***(Reza Zurifwan)
Editor : inilahkoran


