Hingga Mei 2022, Pendapatan PPJ Kota Bogor Capai Rp3,3 Miliar

Angka pendapatan PPJ Kota Bogor hingga Mei 2022 ini mencapai Rp3,3 miliar. Realisasi tersebut terhitung sebesar 70 persen dari target.

Hingga Mei 2022, Pendapatan PPJ Kota Bogor Capai Rp3,3 Miliar
Direktur Operasional PPJ Kota Bogor Denny Aribowo mengatakan, hingga Mei 2022 ini pihaknya mencatatkan pendapatan hingga Rp3,3 miliar.

INILAHKORAN, Bogor - Pasca pandemi, pendapatan Perumda Pasar Pakuan Jaya atau PPJ Kota Bogor mencapai Rp3,3 miliar. Realisasi hingga Mei 2022 itu terhitung sebesar 70 persen dari target yang ditentukan.

Direktur Operasional PPJ Kota Bogor Denny Aribowo mengatakan, capaian pendapatan itu terus digenjot agar mencapai target. Usai mencapai target, pihaknya berjanji akan ada biaya perbaikan pasar.

"Saat ini PPJ Kota Bogor menargetkan pendapatan unit sekitar 90 persen. Karena memang mengalami banyaknya biaya perbaikan pasar seperti peristiwa banjir lalu di Pasar Bogor, maka itu kami coba ke unit-unit untuk memaksimalkan pendapatan," kata Denny, Minggu 12 Juni 2022.

Baca Juga: Pengelola Wisata Diimbau Disparbud Jabar untuk Pantau Terus Kondisi Cuaca

Denny melanjutkan, sementara ini pendapatan pasar paling besar berasal dari Pasar Bogor dan Plaza Bogor. Kedua pasar ini kontribusi pendapatannya lebih banyak dari pada pasar-pasar yang lain.

"Kami juga akan mencoba memaksimalkan jika nantinya Pasar Tanah Baru sudah berjalan pastinya akan mendapatkan pendapatan juga. Mudah-mudahan antusias dari para pedagang sudah mulai verifikasi ke unit di Pasar Tanah Baru," tuturnya.

Denny menjelaskan, dengan adanya kelonggaran level satu di Kota Bogor pasar sudah mulai bergerak. Selain itu, untuk revitalisasi pasar dirinya akan coba direncanakan fokus ke Pasar Pamoyanan dan lanjutan pasar Tanah Baru. Karena Pasar Tanah baru tinggal Fasilitas Umum yang belum dilengkapi, karena bangunan yang sudah ada dari bantuan pusat.

Baca Juga: Bhayangkara FC dan Persebaya Jadikan Piala Presiden 2022 sebagai Ajang Pemanasan Jelang Liga 1 2022 2023

"Rencana Juli bisa kami bangun fasumnya, sekaligus di Pamoyanan kami mulai kembangkan. Sedangkan revitalisasi pasar yang lain mungkin di pasar merdeka dan Pasar Sukasari akan kami coba maksimalkan," jelas Denny.

Deni membeberkan, kedepan pihaknya akan tempatkan beberapa pasar tematik yang dikelola PPJ. Kemarin ada arahan Wali Kota mengenai Local Pride, kalau bisa di Ciheleut ini bisa dipindah ke satu lokasi seperti di Kosambi Bandung.

"Nanti kami coba dan kami akomodir pelaku UMKM lokal disalah satu pasar kita. Mungkin di sukasari karena tempatnya strategis," pungkasnya. (Rizki Mauludi)


Editor : inilahkoran