Tingkat Kepedulian Sampah Rendah, Sampah Jadi Pulsa Bisa Mendongkrak Kepedulian

Fungsional Ahli Madya Pengendali Dampak Lingkugan pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Tedi Setia Mahendra menyebutkan se

Tingkat Kepedulian Sampah Rendah, Sampah Jadi Pulsa Bisa Mendongkrak Kepedulian
Fungsional Ahli Madya Pengendali Dampak Lingkugan pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK),
INILAHKORAN, Bogor - Fungsional Ahli Madya Pengendali Dampak Lingkugan pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Tedi Setia Mahendra menyebutkan sesuai data Bappenas tingkat kepedulian terhadap sampah di Indonesia sangat rendah.
 
Secara regulasi KLHK mendorong pengendalian sampah melalui berbagai kebijakan yang harus diimplementasikan diringkat wilayah. 
 
"Ini juga sebagai upaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap sampah. Kepedulian masyarakat terhadap sampah ini kecil 28 persen, ada 72 persen tidak peduli mudah-mudahan adanya program sampah jadi pulsa mampu mendongkrak. Makanya kalau ini masif dan ekspansi punya nilai besar, tentunya akan mendongkrak kepedulian. Sebaliknya kalau hanya seremonial tidak berdampak apa-apa," ungkap Tedi di depan BTM pada Jum'at (24/6/2022) malam.
 
Tedi melanjutkan, secara nasional KLHK menargetkan tingkat kepedulian terhadap sampah di tahun 2025 mencapai 50 persen. Sebagai upaya mengendalikan sampah non organik jenis botol plastik pemerintah Kota Bogor menggandeng berbagai perusahaan.
 
 
"Ya, satu diantaranya adalah program teranyar Pemkot Bogor melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor bekerjasama dengan Indosat Ooredoo Hutchison untung menhadirkan mesin penukaran sampah non organik jenis botol plastik dengan pulsa ini," tuturnya. (Rizki Mauludi)***


Editor : inilahkoran