Buang Waswas Soal Beras

PERUM Badan Urusan Logistik (Bulog) Wilayah Jawa Barat (Jabar) memastikan ketersediaan beras mencukupi kebutuhan masyarakat hingga awal 2027.

Buang Waswas Soal Beras
BANTUAN: Petugas menyiapkan karung berisi beras saat penyaluran bantuan cadangan pangan pemerintah di Kantor Kelurahan Antapani tengah, Bandung, Jawa Barat, Kamis (27/8/2026). Pemerintah Kota Bandung menyalurkan 19.950 kilogram beras kepada 665 penerima bantuan pangan.

Ketika guyuran hujan belum kunjung membasahi Bumi Pasundan secara merata, Bulog Jabar justru membawa kabar yang meredam waswas warga.

Wakil Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jawa Barat, Yuliani Alzam, memastikan bahwa masyarakat tidak perlu melakukan aksi borong (panic buying).

Per September 2026, stok beras yang berhasil dikuasai dan dikelola oleh Bulog Jabar telah menembus angka 640 ribu ton. Jumlah masif ini dijamin sangat mencukupi untuk mengamankan perut warga Jawa Barat, tidak hanya melewati masa libur akhir tahun, melainkan kokoh bertumpu hingga Januari dan awal tahun 2027.

“Dengan ketersediaan stok hingga 640 ribu yang ada di Jawa Barat, ini akan cukup sampai 2027,” kata Yuliani di Bandung, Jabar, Kamis (3/9).

Di balik melimpahnya stok tersebut, ada kerja keras senyap yang dilakukan sejak awal tahun 2026. Bulog bergerak spartan menyerap gabah hasil keringat para petani lokal di berbagai sentra produksi.

Sinergi murni dari hulu ke hilir ini membuktikan bahwa tanpa perlu bergantung pada keran impor, bumi Jawa Barat sanggup mandiri menghidupi warganya sendiri.

“Untuk itu, masyarakat tidak perlu panic buying, tidak perlu ada kekhawatiran, karena memang stok sangat aman,” katanya.

Kepastian stok ini bukan sekadar deretan angka di atas kertas laporan bulanan. Dampak nyatanya langsung menjalar ke pasar-pasar tradisional tempat rakyat kecil menggantungkan hidup.

Berdasarkan hasil inspeksi mendadak tim gabungan Satgas Pangan bersama Polda Jabar dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) di Pasar Sederhana dan Pasar Kosambi, harga beras di tingkat pedagang terpantau stabil dan disiplin mematuhi Harga Eceran Tertinggi (HET) Komitmen menyalurkan beras SPHP secara masif ke kios-kios pangan dan pasar murah menjadi jangkar pelindung daya beli masyarakat, menghalau fluktuasi harga yang kerap dimainkan spekulan di tengah musim kemarau.

Lebih jauh dari sekadar menimbun cadangan pangan di gudang, pandangan Bulog Jabar menatap jauh ke masa depan.

Langkah ekstensifikasi dengan membuka lahan sawah baru—seperti yang telah berjalan subur di kawasan Cikepuh dan Jatiragas, Karawang—terus dikebut guna mengantisipasi alih fungsi lahan pertanian. Pada tahun 2027 nanti, wilayah Cianjur pun dipersiapkan untuk menyusul sebagai benteng ketahanan pangan berikutnya.

Kami menjaga agar seluruh titik suplai prioritas tetap aman, sehingga ketahanan pangan daerah dan nasional terjaga,” ujarnya. (bsf)


Editor : Inilahkoran