Bukan Subang, Ternyata Cikalongwetan KBB Sempat Menjadi Daerah Penghasil Nanas Terbesar di Jawa Barat
Selain bisa diolah menjadi berbagai kudapan yang nikmat, nanas memiliki catatan sejarah penting di Cikalongwetan, KBB.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Siapa yang tak kenal dengan nanas, buah yang masuk dalam tumbuhan tropis ini sangat banyak diminati masyarakat. Selain bisa diolah menjadi berbagai kudapan yang nikmat, nanas yang masuk dalam famili Bromeliaceae ini nyatanya memiliki catatan sejarah, khususnya di Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Pasalnya, tumbuhan asli Amerika Selatan itu telah dibudidayakan di sana selama berabad-abad ternyata sempat banyak tumbuh nanas di wilayah KBB. Bahkan, dahulu KBB pernah menjadi salah satu daerah penghasil nanas di wilayah Jawa Barat. Pada masanya, buah ini menjadi oleh-oleh wajib dibawa warga luar daerah saat melancong ke Priangan.
Dahulu, jauh sebelum nanas menjadi maskot Kabupaten Subang, nanas khas KBB yang kala itu masih jadi wilayah otonomi Kabupaten Bandung sangat termasyhur karena kenikmatan rasanya. Nanas yang paling banyak diminati kala itu berasal dari Salagombong, Desa Mandalamukti, Kecamatan Cikalongwetan, KBB.
Baca Juga: Setu Citongtut dan Cibinong Situ Plaza yang Tercemar Limbah Ditebari Eco Enzyme
Kendati demikian, masa kejayaan nanas khas Cikalongwetan tersebut kini hanya tinggal cerita, bahkan terdapat saksi bisu berupa dua tugu nanas di Desa Mandalamukti.
Ironis, anda bahkan mustahil untuk menemukan perkebunan dan penjual nanas khas Mandalamukti. Tak hanya itu, catatan sejarah dan memori tentangnya cukup sulit dan langka.
Beruntung, hanya satu dua orang saja yang tak lupa cerita masa kejayaan nanas khas Desa Mandalamukti, Kecamatan Cikalongwetan. Adalah Ii Sasmita (72) yang masih mengingat jelas suasana perkebunan-perkebunan nanas di Cikalongwetan.
Ia mengatakan, kala itu hamparan tanaman nanas berdampingan dengan pohon teh di Perkebunan Panglejar dan kawasan Maswati.
Ia menuturkan, dahulu warga Cikalongwetan menanam nanas di lahan milik pribadi atau menggarap tanah perkebunan. Saking luasnya perkebunan nanas, dari kejauhan terlihat terhampar hijau mirip padang sabana.
"Dulu mah banyak kebun nanas terhampar luas di Cikalongwetan. Nah, yang sekarang jadi Pasar Cikalongwetan itu dahulunya kebun nanas juga," katanya belum lama ini.
Baca Juga: Gebyar Pesona Budaya Garut Sedot Antusiasme Warga Kota Dodol
Ia menjelaskan, pada sekitar tahun 1960-1980 an, nanas Cikalongwetan menjadi komoditi unggul di bidang pertanian.
"Nanas Cikalongwetan terkenal hingga luar daerah berkat cara pemasaran tradisional yakni menggantung buahnya di jongko-jongko samping Jalan Raya Cikalongwetan," jelasnya.
Lebih jauh ia menuturkan, sebelum ada Tol Cipularang yang digagas Soeharto rampung oleh penerusnya, yakni Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tahun 2005. Jalan Raya Cikalongwetan merupakan akses utama warga Jakarta menuju Priangan Timur. Menurutnya, kondisi tersebut sangat membantu pemasaran nanas dari Cikalongwetan.
"Nanas Cikalongwetan dijual di pinggir jalan, karena dulu ramai orang lewat sini. Apalagi ada dua rest area yaitu di Cihamerang dan Warung Jati. Di sana banyak jongko nanas, peuyeum, oleh-oleh dan hasil bumi lain," tuturnya.
Seiring makin terkenalnya nanas khas Cikalongwetan, kata dia, Pemerintah membuka perkebunan besar di Desa Mandalamukti guna memenuhi kebutuhan pasar.
"Warga dulu diperbolehkan menggarap lahan PTPN atau milik Perhutani. Bahkan adapula yang menggarap lahan milik pribadi," ujarnya.
Baca Juga: Sonya Fatmala Terima Banyak Laporan Pencabulan dan Pelecehan Seksual di KBB
Dikatakan Ii, dahulu pusat perkebunan nanas paling besar berada di Desa Mandalamukti.
"Untuk menandai ke perkebunan nanas itu dibuatlah tugu nanas sekaligus gapura masuk ke kawasan itu," sebutnya.
Sekitar tahun 2007, sambung dia, tugu itu dirubuhkan dan diganti baru, karena mobil besar sulit masuk terhalang gapura.
"Dulu tugu nanas Cikalongwetan memang ada sejak dibuka perkebunan. Tapi dirobohkan karena gak masuk mobil. Terus dibangun lagi tahun 2007 di kanan kiri jalan supaya mobil bisa masuk," tandasnya. (Agus Satia Negara)
Editor : inilahkoran


