Buktikan Bisa Berkarya, Disabilitas di Cikalongwetan KBB Buka Waroeng Difabel
Keterbatasan bukan menjadi penghalang bagi sejumlah kaum disabilitas Desa Cisomang Barat, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB) untuk bisa eksis dalam dunia usaha.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Keterbatasan bukan menjadi penghalang bagi sejumlah kaum Disabilitas Desa Cisomang Barat, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB) untuk bisa eksis dalam dunia usaha.
Tak ingin kalah dengan para pengusaha biasa, kaum Disabilitas yang tergabung dalam Paguyuban Difabel Mandiri Sejahtera dan Difabel Cikalongwetan membuka Waroeng Difabel.
"Tujuan kami membuka Waroeng Difabel ini agar Difabel bisa mandiri dan bisa diterima di lingkungan masyarkat dan Insya Allah bisa menebar manfaat dengan semangat sesuai dengan taglinenya Berbagi Sabisana Saayana," kata inisiator Waroen Difabel, Anton saat dihubungi.
Anton menjelaskan, Waroeng Difabel ini merupakan donasi dari Yayasan BMM. Tak hanya warung dan isinya, mereka juga memberikan alat steam cuci motor sebagai usaha tambahan.
Pada kesempatan tersebut, sambung Anton, pihaknya pun turut mendampingi kegiatan yayasan untuk bersilaturahmi ke sejumlah penyandang Disabilitas lain.
"Bada dzuhur kami ikut mendampingi asesmen yayasan untuk silaturahmi ke Abah Aca seorang Difabel penjual kopi yang menggunakan kendaraan roda tiga di pertigaan Panglejar,"ujarnya.
Kemudian, pihaknya juga mendatangi Mak Ana, lansia yang mengurus dua orang cucu Difabel yang bersekolah di SLB Cikalongwetan.
"Lanjut lagi silaturahmi ke Kang Wahyu, seorang Difabel tanpa kedua tangan akibat kecelakaan kerja di daerah Cikamuning," ungkap Anton yang juga Ketua Viking Difabel ini.
Sebenarnya, terang Anton, Waroeng Difabel ini dikelola oleh Viking Difabel yang kemudian diserah terimakan kepada Paguyuban Difabel Mandiri Sejahtera yang hampir semua pengurusnya penyandang Disabilitas.
Tak hanya itu, dalam sebulan para penyandang Disabilitas itu juga rutin mengadakan kegiatan Gerakan Berbagi Jumat Keliling Masjid.
"Ada juga kegiatan Jumat Berkah yang dilaksanakan di Sekretariat Paguyuban. Acaranya sebulan dua kali setiap Jumat," ucapnya.
Menurutnya, hal ini merupakan pembuktian pihaknya bahwasanya Difabel itu banyak di Bandung Barat. Namun, mereka bisa berkarya, berbagi, serta bermanfaat untuk lingkungan sekitar.
"Viking Difabel juga mengelola Masjid dan Madrasah Nurul Hikmah (Masjid Viking Difabel). Alhamdulillah ada sekolah agama gratis dengan jumlah santri kurang lebih 35 orang," sebutnya.
"Alhamdulillah ini juga tidak terlepas dari dukungan RT/RW serta BPD setempat, sehingga kami bisa terus eksis dan berkarya," pungkasnya. ***
Editor : JakaPermana


