Call Center 112 Cimahi Kerap Terima Ribuan Aduan Iseng

Layanan kedaruratan Call Center 112 Cimahi menghadapi tantangan serius dalam operasionalnya. Dari panggilan serius hingga iseng tetap harus dilayani.

Call Center 112 Cimahi Kerap Terima Ribuan Aduan Iseng
istimewa

INILAHKORAN.ID – Layanan kedaruratan Call Center 112 Cimahi menghadapi tantangan serius dalam operasionalnya. Selain menangani laporan kegawatdaruratan, mereka juga harus melayani aduan-aduan unik hingga panggilan iseng yang mencapai ribuan.

Penelaah Teknis Kebijakan Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKPS) Diskominfo Cimahi, Adhy Ramadhyan mengungkapkan, operator Call Center 112 kerap menerima panggilan dari warga yang kebingungan karena lupa pola kunci ponsel mereka.

"Banyak itu sebenarnya soal pola kunci HP. Teleponnya ke kita, saat kita tanya kenapa ternyata setelah kita cari tahu, setelah kita coba telaah, ternyata karena memang dari handphone," jelas Adhy pada Kamis (2/4/2026).

Adhy menjelaskan, fitur Panggilan darurat pada ponsel di Indonesia memungkinkan sambungan langsung ke 112 meskipun perangkat terkunci, sehingga masyarakat yang panik kerap menggunakan jalur ini.

"Selain laporan lupa pola kunci HP, tantangan yang lebih besar datang dari tingginya angka panggilan iseng atau prank call," jelasnya.

"Sepanjang tahun 2025, tercatat lebih dari 3.500 panggilan iseng diterima Call Center 112 Cimahi," sebutnya.

Adhy menuturkan, kemudahan akses layanan darurat tanpa perlu membuka kunci layar ponsel, terutama sejak operasional 112 Cimahi pada tahun 2024, menjadi salah satu pemicu.

"Nah ketika kita tanya ini siapa, mereka tidak menjawab," katanya.

Adhy menilai, Diskominfo Cimahi telah berupaya menekan angka prank call dengan memasang peringatan otomatis bahwa setiap panggilan akan dipantau dan berpotensi dikenakan sanksi hukum.

Namun, jumlah panggilan iseng masih tinggi, rata-rata mencapai ratusan kasus setiap bulan.

"Mayoritas prank call ini berasal dari anak-anak atau laporan kejadian fiktif yang setelah diverifikasi tidak ditemukan kebenarannya," tandasnya. ***


Editor : JakaPermana