Dedi Mulyadi Gelontorkan Rp2,5 Miliar untuk Cat Rumah dan Jalan Kelurahan Kopo Bandung
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akan menggelontorkan Rp2,5 miliar dari APBD 2025, untuk cat rumah dan paving block Jalan Gang Madesa, Kelurahan Kopo, Bojongloa Kaler, Kota Bandung.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akan menggelontorkan Rp2,5 miliar dari APBD 2025, untuk cat rumah dan paving block Jalan Gang Madesa, Kelurahan Kopo, Bojongloa Kaler, Kota Bandung.
Ini dikatakan Dedi dalam sambutannya, pada saat serah terima kunci program gotong royong renovasi rumah Merah Putih Tahun 2025, di Lapangan RW 12 Gg Madesa III, Kelurahan Kopo, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung, Rabu 3 September 2025.
Dalam kegiatan itu, hadir Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan dan sejumlah pejabat lainnya.
Ini merupakan bagian dari Pemprov Jabar, untuk menggencarkan penataan kawasan permukiman yang ada di Jawa Barat.
"Ini jalan permukimannya nanti ganti paving blok, sanitasinya diperbaiki. Jangan lagi warga yang buang air besar sembarangan, harus ada sanitasinya," ujar Dedi.
Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Herman Suryatman mengaku bakal langsung berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Jabar, guna berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bandung.
"Jadi Pak Gubernur memberikan arahan, saya koordinasi dengan Pak Wali Kota, dengan Kadis Diaperkim, Camat dan Lurah untuk melakukan penataan kawasan perkotaan di jalan lingkungan," kata dia.
Nantinya imbuh dia, penataan di kawasan Bojongloa Kaler akan dilakukan oleh kolaborasi Diaperkim bersama Pemerintah Kota Bandung.
"Pak Gubernur tadi menganggarkan ya kurang lebih di kisaran Rp2,5 miliar, itu arahan dari Pak Gubernur untuk perbaikan lingkungan, penataan lingkungan. Nanti kita identifikasi bersama pemerintah kota Bandung ya," ucapnya.
"Yang lain pun kita dorong nanti bersama Pemerintah Kota, karena sebetulnya ini kan kewenangan kota, tapi Provinsi memberikan stimulus nanti kekurangannya bisa dari Pemerintah kota," tandasnya.***
Editor : JakaPermana


