Dedi Mulyadi Luruskan Isu Utang Rp2 Triliun ke bank bjb, Wacana dan Cari Opsi Lain

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi meluruskan kabar mengenai rencana pinjaman Pemprov Jabar senilai Rp2 triliun ke bank bjb. 

Dedi Mulyadi Luruskan Isu Utang Rp2 Triliun ke bank bjb, Wacana dan Cari Opsi Lain
Dedi Mulyadi menegaskan, rencana pinjaman ke bank bjb tersebut belum menjadi kebijakan resmi dan hingga kini masih berada pada tahap wacana. (dok)

INILAHKORAN.ID - Gubernur Jabar Dedi Mulyadi meluruskan kabar mengenai rencana pinjaman Pemprov Jabar senilai Rp2 triliun ke bank bjb

Dedi Mulyadi menegaskan, rencana pinjaman ke bank bjb tersebut belum menjadi kebijakan resmi dan hingga kini masih berada pada tahap wacana.

Menurutnya, berbagai pembahasan mengenai pinjaman daerah memang tengah menjadi perhatian publik. Namun, Pemprov Jabar belum memutuskan mengambil langkah berutang karena masih menimbang sejumlah alternatif pembiayaan yang dinilai lebih aman bagi kondisi fiskal daerah.

“Rame terus menerus melakukan pembicaraan tentang rencana pinjaman Pemprov Jabar kepada bank bjb senilai Rp2 triliun. Saya katakan bahwa itu baru rencana pinjaman yang bersifat wacana dan kami terus melakukan analisis dan evaluasi tentang opsi-opsi yang bisa dilakukan selain opsi utang,” ujar Dedi, Minggu 8 Maret 2026.

Di tengah pembahasan tersebut, Pemprov Jabar juga membuka jalur komunikasi dengan Kementerian Keuangan terkait dana bagi hasil (DBH) yang menjadi hak daerah namun belum dibayarkan sejak dua tahun terakhir.

Dedi menilai, jika dana tersebut dapat segera dicairkan oleh pemerintah pusat, maka kebutuhan pembiayaan program pembangunan daerah dapat terpenuhi tanpa harus mengandalkan pinjaman perbankan.

“Misalnya opsi melakukan negosiasi dengan Kementerian Keuangan agar tagihan pemerintah Provinsi Jawa Barat dua tahun yang lalu itu bisa dibayarkan karena PMK-nya sudah keluar. Kalau kemudian dilakukan pembayaran oleh Menteri Keuangan maka kami tidak perlu meminjam,” ucapnya.

Dia pun berharap proses pembayaran DBH yang tertunda itu dapat segera direalisasikan sehingga rencana pinjaman tidak perlu dilanjutkan.

“Semoga saja bisa terealisasi segera pembayaran DBH dua tahun yang lalu yang belum dibayarkan sehingga kita tidak perlu meminjam,” harapnya.

Lebih jauh, Dedi meminta masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan terkait isu pinjaman tersebut. Ia memastikan kondisi keuangan daerah masih terkendali dan tidak ada utang Pemprov Jabar ke bank bjb hingga saat ini.

“Untuk itu santai saja pada semua pihak karena Pemda Jawa Barat sampai hari ini tidak punya utang ke bank bjb,” tegasnya.

Saat ini, Pemprov Jabar masih menelaah berbagai skema pembiayaan yang memungkinkan agar program pembangunan tetap berjalan tanpa menimbulkan tekanan baru terhadap keuangan daerah di masa mendatang.


Editor : Doni Ramdhani