Dedi Mulyadi Siap Rogoh APBD Jabar untuk Transjabodetabek

Wacana kenaikan tarif Transjabodetabek, akibat membengkaknya subsidi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendapat respons Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi Siap Rogoh APBD Jabar untuk Transjabodetabek
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi

INILAHKORAN.ID - Wacana kenaikan tarif Transjabodetabek, akibat membengkaknya subsidi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendapat respons dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi

Enggan membebankan biaya tambahan kepada masyarakat, Dedi membuka opsi Pemprov Jabar ikut menanggung subsidi transportasi massal yang digunakan jutaan warganya setiap hari.

Menurutnya, transportasi publik merupakan layanan dasar yang harus dijamin pemerintah. Maka dari itu, ketika kebutuhan subsidi meningkat, solusi yang harus dipikirkan bukan semata menaikkan tarif, melainkan membangun skema pembiayaan bersama antarwilayah yang menikmati manfaat layanan tersebut.

Dedi menilai, keterlibatan Jawa Barat dalam pembiayaan Transjabodetabek merupakan hal yang wajar. Pasalnya, sebagian besar pengguna layanan tersebut berasal dari daerah penyangga Jakarta, termasuk Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Depok, Bogor, hingga kawasan lain di Jawa Barat.

Ia menegaskan, Pemprov Jabar tidak akan menutup mata jika nantinya diminta ikut berkontribusi untuk menjaga keberlangsungan transportasi publik di kawasan metropolitan terbesar di Indonesia itu.

"Trans yang di Bandung di subsidi juga, nanti kita yang Jabotabek nanti kita hitung. Kalau itu menjadi kewajiban pemprov Jabar, kita tidak ada masalah untuk peningkatan sarana transportasi publik," ujarnya saat ditemui di Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat, Jalan Radjiman, Kota Bandung baru-baru ini.

Menurutnya, keberadaan angkutan massal yang murah dan mudah diakses, memiliki dampak langsung terhadap produktivitas warga serta pengurangan kemacetan di kawasan Jabodetabek.

"Enggak ada masalah, kalau itu untuk membantu masyarakat Jabar dalam mendapatkan transportasi publik yang memadai ya kita tangani," ucapnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengungkapkan, pemerintahannya tengah mengkaji penyesuaian tarif Transjabodetabek. Langkah tersebut dipicu tingginya beban subsidi yang selama ini harus ditanggung APBD DKI Jakarta.

Pramono menyebut, keputusan itu akan mencakup sejumlah rute lintas daerah yang menghubungkan Jakarta dengan wilayah Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek), bukan hanya rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta.

“Segera akan kami putuskan (kenaikan tarif). Pada bulan-bulan ini kita akan memutuskan beberapa rute, bukan hanya Blok M ke Soekarno-Hatta, tetapi juga Trans Jabodetabek lainnya,” kata Pramono di Matraman, Jakarta Timur, Jumat (5/6/2026) pekan lalu.***


Editor : JakaPermana