Dedi Mulyadi Siapkan Tata Ulang Jembatan Cirahong, Wisata Viral Jangan Berakhir Kumuh

Lonjakan popularitas kawasan Jembatan Cirahong yang menghubungkan Kabupaten Ciamis dan Tasikmalaya mendapat perhatian serius dari Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi Siapkan Tata Ulang Jembatan Cirahong, Wisata Viral Jangan Berakhir Kumuh
Di tengah meningkatnya kunjungan wisatawan, Dedi mengingatkan bahwa destinasi yang tumbuh karena efek media sosial berisiko cepat ditinggalkan jika tidak dibarengi tata kelola yang baik. (dok)

INILAHKORAN.ID - Lonjakan popularitas kawasan Jembatan Cirahong yang menghubungkan Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya mendapat perhatian serius dari Gubernur Jabar Dedi Mulyadi. 

Di tengah meningkatnya kunjungan wisatawan, Dedi mengingatkan bahwa destinasi yang tumbuh karena efek media sosial berisiko cepat ditinggalkan jika tidak dibarengi tata kelola yang baik.

Dedi menegaskan perlunya strategi penataan terpadu, agar lokasi bersejarah tersebut tidak sekadar menjadi tempat wisata musiman. 

Ia menilai, pengelolaan kawasan harus segera diperkuat, mulai dari kebersihan lingkungan, keteraturan pedagang, hingga penyediaan fasilitas dasar yang menunjang kenyamanan pengunjung.

Menurutnya, daya tarik visual sebuah lokasi tidak cukup untuk menjaga arus wisatawan tetap datang. Keberlanjutan sektor wisata, kata dia, sangat ditentukan oleh pengalaman pengunjung ketika berada di lokasi.

wisata akan memberikan nilai ekonomi tinggi, jika mampu mendatangkan uang dari luar daerah. Jika pengelolaan tidak memberikan kenyamanan bagi pejalan kaki dan pengunjung, orang akan cepat bosan. Kita harus menciptakan ikon kuliner yang khas di Cirahong agar pengunjung selalu memiliki alasan untuk kembali,” ujar Dedi dikutip dari akun media sosialnya, Minggu (10/5/2026).

Dalam pertemuan bersama pemerintahan daerah, Dedi juga mendorong percepatan kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai pemilik aset kawasan.

Dia memandang, keberadaan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) menjadi landasan penting untuk mengatur pengembangan area wisata secara legal dan terstruktur.

Kerja sama tersebut diharapkan membuka ruang penataan lebih luas, mulai dari pembangunan gerbang kawasan, pengaturan lapak pedagang, hingga pengembangan lanskap yang lebih tertib, modern, dan tetap mempertahankan identitas khas Jembatan Cirahong.

Sisi lain, pembaruan fisik Jembatan Cirahong juga tengah disiapkan. Pemerintah berencana melakukan pengecatan ulang serta memasang lampu hias guna memperkuat estetika jembatan kereta api legendaris tersebut.

Dedi berharap penataan kawasan tidak berhenti pada perbaikan visual semata, melainkan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar sekaligus menjadikan Cirahong sebagai destinasi wisata unggulan Jawa Barat yang memiliki daya tahan jangka panjang.

Sementara itu, Sekda Jabar Herman Suryatman mengatakan potensi besar Jembatan Cirahong sebagai destinasi wisata justru tereduksi oleh kondisi lapangan saat ini.

"Itu heritage, jembatan zaman Belanda. Kalau kereta api lewat kan indah banget, karena jembatannya panjang. Di atasnya ada kereta api, di bawahnya penyeberangan. Tapi dengan situasi pengunjung yang banyak, tapi warung-warung tidak tertata, kan enggak bagus," kata Herman.

Penataan Jembatan Cirahong tidak sekadar merapikan lapak. Pemprov Jabar menargetkan transformasi menyeluruh, dimulai dari aspek kebersihan hingga desain kawasan berbasis budaya lokal.

Konsep warung PKL akan diarahkan mengusung nuansa Sunda, agar menyatu dengan lanskap alam dan nilai historis jembatan. Tujuan besarnya adalah menjadikan Cirahong sebagai destinasi wisata berkelanjutan, bukan sekadar ramai sesaat.

"Pak Gub tidak hanya ingin ramai tapi berkelanjutan, bukan ramai sesaat. Jadi destinasi unggulan Ciamis dan Tasikmalaya, karena di perbatasan," ujarnya.

Respons para pedagang klaim Herman, positif dengan rencana penataan ini. PKL yang selama ini berjualan di kawasan tersebut disebut siap mengikuti aturan penataan, demi menciptakan lingkungan yang lebih tertib dan nyaman bagi wisatawan.

"Kemarin sudah komunikasi, mereka sangat antusias bersedia banget. Nanti kami akan bantu penataan dan sebagainya oleh Pemprov kerja sama dengan Pemda Kabupaten Tasikmalaya dan Ciamis," ujarnya.


Editor : Doni Ramdhani