Dewan Minta Kajian Dampak Ekonomi Revitalisasi Jembatan Otista di Kota Bogor 

Revitalisasi jembatan Otista di Kota Bogor,  berdampak terhadap para pelaku usaha UMKM yang berlokasi di sekitar jembatan Otista

Dewan Minta Kajian Dampak Ekonomi Revitalisasi Jembatan Otista di Kota Bogor 

INILAHKORAN, Bogor - revitalisasi Jembatan Otista di Kota Bogor,  berdampak terhadap para pelaku usaha UMKM yang berlokasi di sekitar Jembatan Otista. Komisi IV DPRD Kota Bogor juga telah menggelar rapat kerja dengan Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (Diskopukmdagin) Kota Bogor pada Jumat lalu.

"Jadi kami ingin mengetahui, apakah OPD terkait sudah melakukan pendataan bagi pelaku usaha UMKM dan berapa jumlah pelaku usaha yang terdampak dan potensi kerugian mereka dari pembangunan Jembatan Otista," ungkap Ketua Komisi IV DPRD Kota Akhmad Saeful Bahkri kepada wartawan pada Minggu 21 Mei 2023.

Saeful melanjutkan, dari Rapat dengar pendapat ini, Komisi IV DPRD Kota Bogor berharap agar Pemerintah Kota Bogor tidak hanya fokus pada  kajian teknis semata. Namun, Pemkot Bogor pun harus mengkaji dampak ekonomis para pelaku usaha bukan hanya dijalan Otista saja

"Kajian ekonomis nantinya diharapkan menjadi acuan dalam  mengambil langkah dan rencana strategis dari mulai pemetaan, relokasi dan evaluasi dari dampak pembangunan Jembatan Otista," tutur politisi PPP ini.

"Kami ingin memastikan, upaya dan langkah apa saja yg dilakukan Pemkot Bogor. Karena, ada dampak kerugian yang diterima oleh para pelaku usaha. Apakah, dengan cara merelokasi atau memberikan bantuan untuk pelaku UMKM. Jangan sampai, pelaku usaha khususnya UMKM sampai gulung tikar," tambah pria yang akrab disapa Gus M.

Gus M juga mengatakan, pembangunan Jembatan Otista yang direncanakan memakan waktu 7,5 bulan ini tentunya tidak hanya berpengaruh bagi pelaku usaha UMKM saja. Penurunan okupansi hotel di Kota Bogor harus menjadi perhatian.

"Dari penyampaian yang disampaikan OPD terkait, dampak ekonomi diminggu pertama pembangunan pelaku usaha mengalami penurunan omset hampir 60 persen. Namun, seiring adanya rekayasa lalin dan solusi lainnya angka ini terus menurun," terang Gus M.

Gus M menegaskan, Komisi IV DPRD Kota Bogor meminta Pemerintah Kota Bogor untuk mengambil langkah cepat dan strategis serta solutif dalam persoalan ini. Ia juga meminta Pemkot Bogor untuk mengkaji dan mengkalkulasi apa yang tadi disampaikan oleh dinas terkait. Bahwa, ada potensi dampak kerugian bagi pelaku usaha di Kota Bogor.

"Kami kuatir, jika hal ini dibiarkan dapat berpengaruh kepada APBD Kota Bogor yang selama ini ditunjang dari pajak hotel, restoran dan hiburan di Kota Bogor. Harapan kami, jangan sampai berpengaruh dan terdampak juga terhadap APBD Kota Bogor. Ingat loh, bukan hanya jalan Otista yang terdampak tapi jalan Pajajaran, Sudirman dan ruas jalannya lainya juga harus dikaji dampak ekonomisnya," tegasnya.

"Karena itu, kami meminta Pemkot Bogor untuk menyiapkan skenario untuk menjaga stabilitas perekonomian dan pemulihan ekonomi pasca pendemi Covid-19 Kota Bogor," pungkas Gus M. (Rizki Mauludi)


Editor : Ahmad Sayuti