Di Tengah Ekonomi Tak Menentu, Bappenda Kabupaten Bogor Genjot Raihan Pajak Daerah
Bappenda Kabupaten Bogor menggandeng pemerintahan desa/kelurahan dan petugas lapangan untuk meningkatkan capaian pajak daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Bogor menggandeng pemerintahan desa/kelurahan dan petugas lapangan untuk meningkatkan capaian pajak daerah.
Kepala Bappenda Kabupaten Bogor Adi Mulyadi berharap ke pemerintahan desa/kelurahan dan petugas lapangannya untuk mengevaluasi capaian pendapatan asli desa maupun kelurahan.
"Petugas lapangan di desa dan kelurahan harus memaksimalkan potensi pendapatan asli daerahnya, kalau ada masyarakat atau pelaku usaha yang berpotensi menjadi wajib pajak, maka laporkan ke kami lewat aplikasi Lapor Pak," harap Adi, Kamis (11/6/2026).
Adi menuturkan, jika pendapatan asli desa/kelurahan meningkat maka akan memaksimalkan pembangunan di daerahnya.
"Kami harap pemerintah desa maupun kelurahan, pendapatan asli desa maupun kelurahan statusnya menjadi desa atau kelurahan yang mandiri dan bukannya tertinggal," tuturnya.
Dia mengaku, bersama tim teknis Bappenda akan memperkuat aplikaai Lapor Pak, hingga bisa menjadi sarana prasarana yang baik untuk mengelola pendapatan daerah.
"Ada 10 jenis pajak yang akan kami maksimalkan, mulai dari jenis Pajak Bumi Bangunan (PBB), pajak retribusi, pajak kendaraan bermotor, pajak BPHTB dan lainnya," sambungnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sukawangi Sumakmur Budiyanto mengaku ada pengaruh dampak global maupun nasional hingga raihan pajak pendapatan asli di desanya menurun.
Dia menjelaskan, turunnya raihan pajak pendapatan asli di desa saya yang biasanya pada semester pertama memcapai 60 persen, kini turun menjadi 20 persen.
"Ekonomi masyarakat di desa saya terpuruk akibat pengaruh dampak global maupun nasional, seperti perang, lemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar, kenaikan bahan bakar minyak (BBM) Pertamax," tukas Budiyanto.
Editor : Doni Ramdhani


