Dinkes Minta Warga Kota Bogor Tetap Waspada Kasus Cacar Monyet

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor mengimbau masyarakat agar tetap waspada atas timbulnya kasus cacar monyet di Indonesia. 

Dinkes Minta Warga Kota Bogor Tetap Waspada Kasus Cacar Monyet
Kepala Dinkes Kota Bogor Sri Nowo Retno menuturkan, berdasarkan data terakhir Kementerian Kesehatan itu menunjukkan sedikitnya ada 34 pasien terpapar cacar monyet di Indonesia per Rabu 8 November 2023.  (ilustrasi/net)

INILAHKORAN, Bogor - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor mengimbau masyarakat agar tetap waspada atas timbulnya kasus cacar monyet di Indonesia. 

Kepala Dinkes Kota Bogor Sri Nowo Retno menuturkan, berdasarkan data terakhir Kementerian Kesehatan itu menunjukkan sedikitnya ada 34 pasien terpapar cacar monyet di Indonesia per Rabu 8 November 2023. 

Retno mengatakaan, hingga kini pihaknya sudah memastikan belum menemukan kasus cacar monyet di Kota Bogor

"Ya, jadi sampai saat ini belum ditemukan laporan kasus terkonfirmasi cacar monyet di Kota Bogor," ungkap Retno kepada wartawan, Kamis 9 November 2023.

Retno melanjutkan, meski begitu pihaknya tetap mengimbau masyarakat agar menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Sebagai bentuk peningkatan kewaspadaan dini terhadap situasi saat ini, Dinkes telah melakukan beberapa langkah. 

"Terlebih Bogor merupakan daerah penyangga DKI Jakarta, yang saat ini telah ditemukan puluhan kasus cacar monyet. Saya juga meminta masyarakat untuk tidak panik terkait perkembangan situasi cacar monyet di Indonesia," terangnya.

Retno menerangkan, dengan menerapkan PHBS serta mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang sebagai proteksi diri terhadap berbagai jenis penyakit. 

"Selanjutnya kenali gejala khas dari penyakit Mpox, mengunjungi atau melaporkan ke petugas kesehatan di puskesmas dan rumah sakit jika mengalami gejala atau kontak dengan suspek cacar monyet," terangnya.

Retno membeberkan, biasanya timbulan gejala cacar monyet itu dapat dikenal melalui ciri-ciri seperti demam, sakit kepala hebat, nyeri otot, sakit punggung, lemas, pembengkakan kelenjar getahbening di leher, ketiak atau selangkangan dan ruam atau lesi kulit. 

"Ruam biasanya dimulai dalam satu sampai tiga hari sejak demam. Belum lama ini Dinkes telah menghadiri pertemuan daring dari Kementerian Kesehatan RI terkait Sosialisasi Deteksi Dini Kasus Mpox dan Workshop P2 Monkeypox tepatnya pada tanggal 22 dan 24 Oktober 2023 lalu," bebernya.

Masih kata Retno, kemudian membuat Surat Edaran Peningkatan Kewaspadaan terhadap Mpox (Monkey Pox) di Kota Bogor Nomor 100.3.4.3/7117-P2P pada tanggal 23 Oktober 2023. Ia memastikan semua kebutuhan baik dari sistem pelaporan hingga logistik penunjang pemeriksaan laboratorium terpenuhi. 

"Kami juga menghadiri pertemuaan Sosialisasi Teknis Pengisian NAR Monkepox via zoom meeting per tanggal 30 Oktober 2023. Kemudian melakukan Pertemuan Koordinasi Teknis Penemuan Kasus Suspek Mpox yang dihadiri oleh petugas surveilans dan petugas program HIV di Rumah Sakit dan Puskesmas," pungkasnya.*** (rizki mauludi)


Editor : Doni Ramdhani