Disdukcapil Sosialisasikan Aplikasi IKD Kepada ASN di Lingkungan Pemerintahan Kota Bandung
Disdukcapil Kota Bandung saat ini tengah gencar mensosialisasikan aplikasi identitas kependudukan digital (IKD)
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung saat ini tengah gencar mensosialisasikan aplikasi identitas kependudukan digital (IKD).
Analis Kebijakan Ahli Muda, Submit Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Disdukcapil Kota Bandung Widi Munajat mengatakan, sosialisasi aplikasi IKD di Kota Bandung telah dimulai 6 Februari lalu.
"Seperti hari ini, kita laksanakan didua tempat secara bersamaan. Di Dinas KUMKM dan DLHK. Prioritas kita saat ini adalah mereka aparatus sipil negara (ASN)," kata Widi Munajat, Rabu 1 Maret 2023.
Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) 72 tahun 2022, dituturkan Widi Munajat menjadi dasar hukum pelaksanaan IKD di Kota Bandung. Ke depan, masyarakat tidak lagi memegang fisik KTP.
"IKD ini sebagai otentifikasi data yang akurat. Karena memang dalam prosesnya untuk aktivasi IKD, harus swafoto yang dilakukan masyarakat dan disandingkan dengan KTP elektronik," ucapnya.
Data anggota keluarga, kartu identitas anak (KIA), KTP, kartu keluarga (KK) elektronik, dikemukakan Widi adalah dari sekian layanan yang dimiliki IKD. IKD juga terintegrasi dengan layanan kesehatan BPJS.
"Ada dokumen lain yang terintegrasi di menu IKD. Sebelum pembaruan saat ini, tercantum layanan kesehatan, lalu ada NPWP dan DP4 untuk penyelenggaraan pemilihan umum," ujar dia.
Adapun persyaratan yang harus ditempuh, ditambahkan Widi adalah meraka yang telah memiliki KTP elektronik. Kedua ialah memiliki handphone berbasis android dan tersambung kepada data seluler.
"Setelahnya, warga bisa mendownload aplikasi IKD di play store dan mengisi seluruh dokumen. Lalu warga melakukan swafoto, dan meminta aktivasi kepada petugas Disdukcapil di daerah masing-masing," jelasnya.
Namun saat ini, aplikasi IKD baru dapat dimanfaatkan oleh pengguna smartphone berbasis android. Untuk pengguna IoS seperti IPhone, aplikasi IKD belum dapat diunduh karena masih dalam proses verifikasi.
"Kita terus lakukan secara bertahap untuk penerapan aplikasi IKD ini. Prioritas saat ini adalah mereka ASN. Lalu akademisi, mahasiswa dan masyarakat. Target kita 25 persen dari nasional kepada ASN ini, diharapkan selesai Maret," tandas dia. *** (yogo triastopo)
Editor : Ahmad Sayuti

