DPC Gerindra Kabupaten Cirebon Diburu, Pengamat Ingatkan Kondisi Kabupaten Cirebon
Saat ini Partai Gerindra diburu banyak calon bupati pada Pilkada 2024. Fenomena tersebut juga terjadi di DPC Gerindra Kabupaten Cirebon. Bahkan, ada yang sampai rela keluar dari salah satu parpol besar demi mendapatkan tiket rekomendasi cabup Cirebon.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cirebon - Saat ini Partai Gerindra diburu banyak calon bupati pada Pilkada 2024. Fenomena tersebut juga terjadi di DPC Gerindra Kabupaten Cirebon. Bahkan, ada yang sampai rela keluar dari salah satu parpol besar demi mendapatkan tiket rekomendasi cabup Cirebon.
Tercatat, ada nama mantan Wabup Cirebon Wahyu Tjiptaningsih (Ayu). Dia pernah tercatat sebagai wakil ketua DPC PDIP Kabupaten Cirebon. Namun, demi mendapatkan rekomendasi maju menjadi Cabup Cirebon, beberapa waktu lalu Ayu secara resmi mundur dari PDIP untuk masuk ke Gerindra.
Langkah Ayu juga disusul Ketua DPRD Kabupaten Cirebon M Luthfi. Secara tiba-tiba Luthfi juga resmi mendaftar ke Gerindra sebagai Cabup Cirebon. Padahal, Luthfi masih tercatat sebagai kader PKB. Namun sampai saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari Ketua DPC PKB Kabupaten Cirebon Abdul Jamil Latief terkait posisi Luthfi di PKB.
"Kami akan tabayun ke Luthfi. Toh waktu daftar ke Gerindra juga tidak ada konfirmasi resmi kepada PKB," kata Jamil beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Ketua DPC Gerindra Kabupaten Cirebon Subhan menilai banyaknya Cabup yang daftar ke Gerindra sangat luar biasa. Namun menurutnya, itu adalah hak masing-masing orang yang ingin menjadi Cabup dari Gerindra. Termasuk masuknya Ayu, Luthfti serta Kadis Kebudayaan Kabupaten Cirebon, Abraham Muhamad.
"Kami menyambut baik kedatangan mereka untuk gabung ke Gerindra termasuk beberapa calon lainnya. Ini membuktikan, elektabilitas Gerindra memang naik," kata Subhan, Minggu 23 Juni 2024.
Namun menurutnya, DPC Gerindra tidak akan gegabah menentukan, siapa Cabup Cirebon yang akan mendapatkan rekomendasi. Adanya fit and proper test justru agar muncul Cabup yang berkualitas dan mempunyai dedikasi memajukan Kabupaten Cirebon nantinya.
"Kami tidak gegabah dan tidak sembarangan memberikan rekomendasi, siapa Cabup yang diusung gerindra. Kita ingin punya Cabup yang punya leader ship mumpuni dalam segala bidang," ungkapnya.
Saat ditanya apakah memungkinkan tiba-tiba Gerindra memunculkan rekomendasi yang diusung langsung DPP, menurutnya semua bisa terjadi. Kalau itu terjadi, dipastikan calon yang diusung DPP mempunyai kapasitas yang dianggap mumpuni, sehingga mendapat rekomendasi dari DPP.
"Memang yang menentukan rekomendasi itu siapa, ya tetap DPP. Kami harus patuh dan menjalankan perintah DPP. Selagi semuanya untuk memperbaiki kondisi Kabupaten Cirebon, pasti kami akan laksanakan," ucapnya.
Subhan menyebutkan, saat ini mekanisme semua parpol koalisi yaitu Golkar-Gerindra-Demokrat dan PKB, sedang berjalan. Prosesnya sedang menggodok siapa kader dari empat koalisi ini yang akan mendapatkan rekom. Hasilnya nanti akan dibahas pada rapat koalisi untuk menentukan, siapa pasangan calon bupati dan wakil bupati cirebon.
"Hanya Golkar yang fix mengusung teguh calon E-1. Sedangkan tiga parpol koalisi sedang menjalankan mekanisme memilih siapa yang akan mendapatkan rekom. Kalau tiba-tiba DPP Gerindra memberikan rekom diluar calon yang mendaftar di DPC, ya kami siap menerima. Istilahnya, anak harus nurut apa kata orang tua, selagi untuk kebaikan," ucapnya.
Sedangkan, pengamat politik dan kebijakan publik Cirebon, Angga Maradeka menilai sangat wajar ketika koalisi KIM untuk Pilkada Kabupaten Cirebon, dianggap seksi. Pasalnya dipusat, koalisi ini akan menjadi penentukan kebijakan negara nantinya. Jadi Pilkada Kabupaten Cirebon sendiri, menjadi tempat berlindungnya para cabup Cirebon.
"Berlindung dalam arti potensi menang Pilkada termasuk di Kabupaten Cirebon, sangat besar. Jadi jangan diasumsikan berlindung dari dosa-dosa masa lalu, itu terlalu jauh. Biarkan saja masalah itu publik yang menilai, jelasnya.
Namun dirinya berharap, koalisi KIM termasuk PKB didalamnya, bisa memberikan rekomendasi Cabup dan cawabup Cirebon yang benar-benar berkualitas. Pasalnya, kondisi Kabupaten Cirebon saat ini sudah terpuruk dari berbagai segi. Kalau koalisi ini kembali memberikan rekom kepada orang-orang yang itu itu saja, meskipun nantinya menang tetap saja kondisi Kabupaten Cirebon, akan jalan ditempat.
"Mumpung koalisi KIM sedang naik daun. Tolong berikan kami cabup dan cawabup yang berkualitas. Yang punya leadership mumpuni dan paham jalannya pemerintahan. Karena koaliasi ini apalagi di tambah PKB, sepertinya akan memenangkan konstalasi Pilkada tahun ini," tukasnya.
Alumnus Lemhanas ini menambahkan, Kondisi seperti inu kemungkinan terjadi didaerah lain. Dimana para calon kepala daerah akan berupaya untuk mendapatkan rekomendasi dari partai Gerindra. Intinya, mereka akan mengutamakan koalisi KIM dalam mengarungi kontestasi pilkada mendatang.
Editor : Doni Ramdhani
