DPR Minta Seluruh Daycare di Indonesia harus Dievaluasi, Abdullah: SOP-nya Diperbaiki

Anggota Komisi III DPR RI Abdullah minta Daycare di seleuruh Indonesia harus diperbaiki imbas kasus kekerasan dan penelantaran daycare di Yogyakarta.

DPR Minta Seluruh Daycare di Indonesia harus Dievaluasi, Abdullah: SOP-nya Diperbaiki
Anggota Komisi III DPR RI Abdullah.

INILAHKORAN, Bandung - Saat ini kasus kekerasan dan penelantaran anak di Daycare Little Aresha, Yogyakarta, menghebohkan publik di media sosial.

Kasus ini terungkap usai seorang karyawan baru yang merasa ada kejanggalan dalam pola pengasuhan di tempat penitipan anak Daycare Little Aresha.

Karyawan tersebut disebut baru beberapa hari bekerja sebelum akhirnya menyadari adanya perlakuan tidak wajar terhadap anak-anak yang dititipkan di Daycare

Karena merasa tidak nyaman dan khawatir dalam pola pengasuhan di Daycare tersebut, karyawan ink kemudian melaporkan temuannya kepada pihak berwenang.

Hingga akhirnya polisi melakukan penggerebekan dan menemukan sejumlah fakata mengejutkan di dalam Daycare Little Aresha.

Di mana sejumlah anak terlihat ditidurkan di lantai tanpa alas memadai, bahkan tanpa mengenakan pakaian dan beberapa anak diduga dalam kondisi tangan dan kaki terikat.

Menanggapi kasusu yang saat ini tengah heboh, anggota Komisi III DPR RI Abdullah mengatakan praktik Daycare atau tempat penitipan anak harus dievaluasi secara total dan menyeluruh.

Abdullah menegaskan jumlah Daycare di Indonesia sangat banyak bahkan mencapai ribuan yang tercatat. 

Namun, dia menilai belum seluruhnya praktik tersebut memenuhi standar perizinan, prosedur operasional, maupun kualitas yang memadai.

"Karena itu, saya mengusulkan agar peraturan pendirian Daycare dan SOP-nya diperbaiki serta diperketat secara signifikan," tutur Abdullah.

Abdullah mengusulkan agar sistem Daycare di Indonesia menggunakan mekanisme profiling atau screening oleh orang tua melalui aplikasi atau platform digital.***


Editor : Irma Nurfajri