Duh... Imbas TKK Disdukcapil KBB Mogok Kerja, Layanan Adminduk Telantar, Warga Kecewa
Puluhan tenaga kerja kontrak (TKK) Disdukcapil KBB mogok kerja. Imbasnya, layanan administrasi kependudukan (Adminduk) telantar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Puluhan tenaga kerja kontrak (TKK) Disdukcapil KBB mogok kerja. Imbasnya, layanan administrasi kependudukan (Adminduk) telantar.
Lumpuhnya layanan Adminduk di Disdukcapil KBB itu membuat puluhan warga geram dan kecewa. Mereka terpaksa gigit jari hanya karena puluhan TKK yang bekerja sebagai operator melakukan aksi mogok kerja.
Salah satunya, kekecewaan itu dirasakan Yuyus (44) warga asal Kota Bandung yang membantu mengurus surat pindah warganya yang tengah sakit.
"Dari Bandung saya berangkat jam 9 dan tiba di kantor Disdukcapil KBB sekitar pukul 10.30 WIB," katanya kepada wartawan, Senin 15 Agustus 2022.
Ia menuturkan, dirinya datang ke Disdukcapil KBB lantaran ada warganya di Cisaranten Kulon yang membutuhkan bantuan untuk pengobatan.
Namun, sambung dia, ketika akan dicek data atas nama Asep Saepuloh ternyata masih warga KBB.
"Pak Asep ini masih berstatus warga Kampung Garut RT 05/05, Desa Rancasenggang, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat (KBB)," tuturnya.
Melihat kondisi tersebut, jelas dia, dirinya menyarankan pindah, namun ternyata operator TKK di Disdukcapil KBB sedang melakukan mogok kerja.
"Karena operatornya mogok kerja, warga di sini pun jadi terkena imbas dan saya pun butuh kepastian segera untuk membantu warga saya," jelasnya.
"Warga ini kebetulan lagi sakit diabetes sama stroke ringan," sambungnya.
Bahkan, kata dia, warganya ini tidak bisa didaftarkan melalui BPJS lantaran statusnya yang masih warga KBB.
"Saya ke sini untuk mengurusi surat pindah pak Asep Saepuloh. Seharusnya, ketika operator TKK ini tidak bisa melayani PNS di sini harusnya yang bisa melayani," katanya.
Dengan begitu, terang dia, pelayanan tetap bisa dilakukan. Sementara, di Disdukcapil operatornya mogok kerja total sehingga pelayanan tidak bisa berjalan.
"Harusnya bisa diimbangi meskipun terbatas, yang biasanya lebih cepat ini jadi agak lambat. Bahkan, belum tentu pelayanan ini bisa berjalan lagi," ujarnya.
"Gak tahu besok atau lusa, kan belum tentu bisa," tambahnya.
Ia mengaku, belum tahu apakah besok bakal datang kembali mengurus layanan Adminduk milik warganya.
"Belum tahu, mungkin saya mau tanya ke admin medsos Disdukcapil KBB apakah besok pelayanan kembali bisa berjalan atau tidak. Kalau udah jelas saya baru ke sini. Dan saya pun akan informasikan ke pihak keluarga bahwa kami belum bisa menyelesaikan administrasi kependudukan karena kondisinya lagi pada mogok," bebernya.
Menurutnya, dengan mogoknya seluruh operator Adminduk tersebut tentunya sangat menghambat.
"Saya nunggu sampai jam istirahat kalau gak ada pelayanan saya kembali pulang. Karena yang bersangkutan masih di rumah dan kemungkinan akan berobat menggunakan biaya sendiri," tandasnya.*** (agus satia negara)
Editor : Doni Ramdhani

