Ekonomi Karbon Menjadi Nafas Baru RTH Kota Bandung
Kota Bandung memanfaatkan skema ekonomi karbon untuk menambah, dan merawat ruang terbuka hijau (RTH) di tengah kota yang padat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kota Bandung memanfaatkan skema ekonomi karbon untuk menambah, dan merawat ruang terbuka hijau (RTH) di tengah kota yang padat.
Langkah itu diwujudkan lewat penandatanganan komitmen bersama antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dan Indonesia Carbon Trade Association pada Carbon Digital Conference (CDC) di Aula Barat ITB.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, target RTH 30 persen sebagaimana amanat undang-undang sulit dicapai karena keterbatasan lahan dan tekanan urbanisasi. Skema ekonomi karbon menjadi salah satu solusi untuk menjaga dan membangun ruang hijau.
“Untuk mendapatkan RTH di Kota Bandung itu tidak sederhana. Maka kita bekerja keras memanfaatkan inovasi pendanaan seperti ekonomi karbon, agar ruang hijau bisa dibangun dan dirawat menggunakan pendapatan dari karbon kredit,” kata Farhan, Selasa 9 Desember 2025.
Selain RTH, ia menyoroti potensi lahan sawah dilindungi atau LSD seluas kurang lebih 600-700 hektare sebagai natural capital yang dapat dimanfaatkan dalam skema ekonomi karbon. Pendapatan dari karbon digital, diharapkan dapat kembali dirasakan langsung untuk menjaga keseimbangan lingkungan.
Dokumen kerja sama antara Pemkot Bandung dan Indonesia Carbon Trade Association mencakup enam fokus utama. Yakni regulasi tata kelola karbon, penguatan kelembagaan dan SDM, penelitian monetisasi lingkungan, edukasi publik, inventarisasi sumber daya dan penerapan prinsip good governance.
Farhan menekankan, pentingnya inovasi tersebut untuk menjadikan Kota Bandung sebagai kota berkelanjutan. “Hanya dengan bekerja bersama, berbagi pengetahuan dan membuka ruang inovasi. Kita dapat menciptakan masa depan yang lebih hijau, adil dan berkelanjutan bagi Kota Bandung dan dunia,” ucapnya.
Ia menambahkan, CDC 2025 menjadi ajang kolaborasi global menghadirkan pembuat kebijakan, akademisi, pelaku industri dan startup teknologi karbon sebagai langkah Kota Bandung menuju model pembangunan hijau berbasis teknologi dan insentif karbon.
Editor : Doni Ramdhani

