FAKTA BARU: Dikira Pindah, Begini Jejak Terakhir Penemuan Kerangka Ibu dan Anak di Bandung Barat
Fakta baru kasus penemuan kerangka ibu dan anak di Perumahan Tanimulya Indah RT 10/15, Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) diungkap polisi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Fakta baru kasus penemuan kerangka ibu dan anak di Perumahan tanimulya Indah RT 10/15, Desa tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten bandung barat (KBB) diungkap polisi.
Terbaru, polisi mengungkap jejak terakhir jasad ibu dan anak yang diketahui bernama Iguh Indah Hayati dan Elia Imanuel Putra yang ditemukan sudah menjadi kerangka di rumahnya.
Alhasil, temuan jasad yang sudah menjadi kerangka ini membuat heboh masyarakat sekitar lantaran dikira selama ini sudah pindah.
"Rumah mereka juga akan dijual, makanya masyarakat sekitar juga tidak mencurigai (meninggal dunia di rumah)," kata Kapolres Cimahi AKBP Tri Suhartanto, Kamis 1 Agustus 2024.
Tri menjelaskan, berdasarkan keterangan RT menyebut ibu dan anak ini sempat meminta keterangan surat pindah pada tahun 2018 dan menyampaikan bahwa mereka akan pindah dari rumah tersebut.
Bahkan, hal itu diperkuat lantaran adanya bukti tulisan 'dijual' yang terpasang di depan rumah, sehingga memperkuat dugaan warga bahwa rumah itu memang dijual.
"Warga menganggap rumah ibu dan anak itu sudah kosong dan tidak ada aktivitas apapun. Kedua, memang tidak ada yang mencurigakan karena di depan rumahnya itu dituliskan di jual, sehingga masyarakat sekitar tidak mencurigai," ujarnya.
Tak hanya itu, warga juga mengaku tak mencium bau mayat dari rumah tersebut lantaran ada banyak faktor yang bisa menyebabkan mayat ibu dan anak tidak mengeluarkan bau yang menyengat hingga akhirnya jadi kerangka.
"Masyarakat juga tidak mencium bau yang mencurigakan karena mungkin bisa saja dari suhu cuaca dan dari kelembaban seperti yang disampaikan oleh tim forensik," katanya.
Sementara suami Iguh Indah Hayati yang bernama Mudjoyo Tjandra, sebut Tri, meninggalkan rumah tersebut sekitar tahun 2014/2015, kemudian melakukan kontak terakhir dengan anaknya pada November 2018 silam.
"Kemudian Desember sudah tidak ada respon dan sudah tidak ada balasan. Kita mencari tempos dari November sampai Desember 2018, jadi ini yang sedang kita proses penyelidikannya," ujarnya.***
Editor : JakaPermana


