Misteri Dibalik Tulisan Dinding Rumah Penemuan Kerangka Manusia di Tanimulya, Teka-teki Penyebab Kematian Indah dan Elia

Penemuan kerangka ibu dan anak di Perumahan Tanimulya Indah RT 10/15, Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih diselimuti misteri.

Misteri Dibalik Tulisan Dinding Rumah Penemuan Kerangka Manusia di Tanimulya, Teka-teki Penyebab Kematian Indah dan Elia
Penemuan kerangka ibu dan anak di Perumahan Tanimulya Indah RT 10/15, Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih diselimuti misteri./Agus Satia Negara

INILAHKORAN, Ngamprah -- Penemuan kerangka ibu dan anak di Perumahan Tanimulya Indah RT 10/15, Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih diselimuti misteri.

Pasalnya, hingga saat ini penyebab kematian ibu dan anak itu masih belum terungkap kepolisian lantaran membutuhkan waktu untuk mengungkap hasil identifikasi yang dilakukan Tim Forensik RS Sartika Asih.

Dari olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan polisi dan tim forensik pada Selasa 30 Juli 2024, ada hal yang menarik perhatian di dinding rumah penemuan kerangka, yakni sebuah curahan isi hati Indah Hayati dan Elia Imanuel Putra.

Tulisan tersebut tepat berada di bagian ruang tamu dan kamar tempat mereka ditemukan menjadi kerangka.

Di tembok itu tertulis 'Jikalau kau menikah lagi, aku harap kau jangan menyakiti istri ketiga mu nanti. Aku lihat kau sudah meminang istri baru lagi kan? Yang dari Ciamis yang photo bersamamu itu. Dipajang di FB Hendra Setiawan. Di kolom komentar tertulis mengingat karena kau pernah gagal menjalani hubungan pada istri ke 1 mu yang bernama Leony Maria Theressia'.

Tak hanya itu, tulisan lain berbunyi 'Aku minta rumah ini diwakafkan untuk mesjid Tanimulya. Kalau Mudjoyo Tjandra tidak menyerahkan untuk didirikan mesjid di tempat ini, berarti sudah menjadi penjahat karena merebut hak saya dan warga Tanimulya untuk warga RT 10. Pak RT tolong tagih rumah ini dan harus jadi mesjid atas kematian saya'.

Di tembok tengah rumah, tertulis curahan hati diduga dibuat Elia yang berbunyi 'Aku hanya minta uang sekolah tapi kau seperti itu. Katanya raihlah cita-citamu setinggi langit, tapi kau tidak dukung aku dengan biaya sekolah. Maafkan aku tidak bisa menjadi anak yang sempurna karena manusia tidak ada yang sempurna. Termasuk istrimu aja kau tinggalkan karena kau menuntut dia menjadi sangat sempurna. Tapi ketahuilah, hanya tuhan yang sempurna'.

Kapolres Cimahi AKBP Tri Suhartanto mengatakan kalau tulisan-tulisan yang berada di dinding rumah TKP diduga merupakan curahan hati dua orang yang jadi kerangka tersebut.

"Betul pada saat kita melaksanakan olah TKP, ditemukan tulisan-tulisan di dinding rumah tersebut," kata Tri, Rabu 30 Juli 2024.

Menurutnya, apabila diperhatikan dengan seksama tulisan-tulisan itu berkaitan dengan curahan hati atas permasalahan yang sedang dialami. Namun tulisan itu akan diidentifikasi lebih lanjut.

"Konteksnya berkaitan dengan permasalahan yang dialami dan nanti akan dipastikan terlebih dahulu, apakah tulisan yang ada di tembok itu sama dengan tulisan milik dua kerangka itu yang ditulis di media lain," terangnya.

Tri menyebut, tulisan-tulisan tersebut juga menjadi bukti yang dikumpulkan kepolisian untuk mengungkap misteri kematian dua kerangka tersebut.

Termasuk, sambung Tri, pemeriksaan terhadap barang bukti lain yang sudah terlebih dahulu diamankan.

"Memang sudah ada bukti-bukti penunjang dan bukti-bukti petunjuk untuk memastikan apa penyebab kematian dari kedua korban tersebut," ujarnya.

"Baru kita bisa menjelaskan nih, kalau sekarang kan hanya persepsi," sambungnya.

Selain itu, ungkap Tri, pihaknya pun telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi mata, mulai dari orang yang pertama menemukan kerangka ibu dan anak itu serta orang-orang di sekitar rumah keduanya.

"Saksi yang kita periksa sudah ada beberapa orang, mulai dari yang pertama menemukan (suami Indah), ketua RT, tetangga sebelah," sebutnya.

"Kita masih akan terus melakukan pemeriksaan untuk mendapatkan keterangan dari saksi-saksi tersebut," ucapnya. *** 


Editor : JakaPermana