Generasi Muda Cerdas Memilih
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandarlampung - Bagi sebagian anak muda, politik mungkin masih terasa jauh. Ia hadir setiap beberapa tahun lewat surat suara, poster calon, atau perdebatan yang ramai di layar gawai.
Padahal, keputusan politik perlahan menentukan banyak hal yang dekat dengan kehidupan mereka: pendidikan, pekerjaan, harga kebutuhan, hingga arah pembangunan. Karena itu, mengenal politik tidak seharusnya dimulai ketika hari pemungutan suara tiba.
Anggota Komisi II DPR RI Rycko Menoza mendorong sosialisasi dan literasi politik dilakukan secara berkelanjutan, terutama kepada pemilih pemula dan generasi muda.
“Sosialisasi dan edukasi politik tidak boleh berhenti hanya saat momentum pemilu atau pilkada. Pendidikan pemilih harus dilakukan secara konsisten agar pemilih pemula dan generasi muda memahami hak serta kewajibannya dalam demokrasi,” ujar Rycko dalam kegiatan literasi politik di Bandarlampung, seperti dikutip dari ANTARA, Sabtu (8/8).
Menurutnya, pendidikan politik yang dilakukan terus-menerus dapat menjadi salah satu fondasi untuk memperkuat demokrasi Indonesia.
Generasi muda perlu memiliki bekal yang cukup sebelum menentukan pilihan. Bukan sekadar mengetahui nama calon, tetapi juga memahami rekam jejak, gagasan, dan integritas orang yang akan dipilih.
Di tengah derasnya arus informasi, kemampuan tersebut menjadi semakin penting. Informasi yang benar dan keliru dapat hadir hampir bersamaan. Disinformasi mudah beredar, sementara politik uang dan politik identitas masih menjadi tantangan dalam setiap kontestasi.
“Cerdas memilih berarti tidak mudah terpengaruh oleh disinformasi, politik uang, maupun politik identitas. Oleh karena itu, generasi muda harus berbasis pada rekam jejak, gagasan, dan integritas calon penentu kebijakan,” katanya.
Generasi muda juga memiliki posisi penting karena porsi suara mereka cukup besar dalam menentukan arah kepemimpinan bangsa.
Namun, besarnya jumlah pemilih muda akan berarti jika diikuti keberanian untuk berpikir kritis dan berpartisipasi secara rasional. (gin)
Editor : Inilahkoran


