Gulirkan Kakaren Hotel, Kelompok Masyarakat Afirmatif Bisa Nikmati Hidangan Hotel

Pemkot Bogor memulai program Kakaren Hotel yang merupakan inisiatif sosial untuk mendistribusikan makanan berlebih dari hotel-hotel kepada masyarakat yang membutuhkan. Program ini dimulai pekan ini di RW 7, Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah.

Gulirkan Kakaren Hotel, Kelompok Masyarakat Afirmatif Bisa Nikmati Hidangan Hotel
Pj Wali Kota Bogor Hery Antasari memaparkan, program Kakaren Hotel ini bertujuan mengurangi pemborosan makanan dari hotel yang selama ini harus dimusnahkan meskipun masih layak konsumsi. (rizki mauludi)

INILAHKORAN, Bogor - Pemkot Bogor memulai program Kakaren Hotel yang merupakan inisiatif sosial untuk mendistribusikan makanan berlebih dari hotel-hotel kepada masyarakat yang membutuhkan. Program ini dimulai pekan ini di RW 7, Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah.

Pj Wali Kota Bogor Hery Antasari memaparkan, program Kakaren Hotel ini bertujuan mengurangi pemborosan makanan dari hotel yang selama ini harus dimusnahkan meskipun masih layak konsumsi.

"Makanan ini bukan sisa dan bukan basi, tetapi makanan sehat yang masih layak makan. Sayangnya, karena aturan, makanan ini harus dimusnahkan. Oleh karena itu, kami mengusulkan agar makanan berlebih ini diberikan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan," ungkap Hery.

Hery membeberkan, Kakaren Hotel juga melengkapi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat yang fokus pada anak sekolah. Namun, program ini menyasar kaum dhuafa, lansia, serta keluarga dengan risiko stunting.

"Mereka yang membutuhkan gizi tidak hanya anak sekolah. Banyak juga kaum dhuafa dan kelompok masyarakat afirmatif di sekitar hotel yang memerlukan bantuan," bebernya didampingi Pj Sekda Kota Bogor Hanafi, Kepala Diskominfo Rahmat Hidayat, Kepala DPMPTSP Atep Budiman, Kepala Disparbud Iceu Pujiastuti dan Sekcam Bogor Tengah Asep Faizal R.

Hery menjelaskan, awal program digulirkan, ada 40 penerima manfaat menerima makanan dari Fave Hotel dan Bianco Hotel. Menu yang disajikan antara lain telur dadar, bihun, ayam dan perkedel.

"Saat ini, terdapat 40 penerima manfaat, terdiri dari anak-anak dengan risiko stunting serta lansia. Total anak stunting di Tegallega sebenarnya ada 62 orang, tetapi untuk hari ini baru 40 anak yang menerima karena makanan juga dialokasikan untuk KRS dan lansia," jelasnya.

Sementara, Lurah Tegallega Hardi Suhardiman mengatakan bahwa makanan tersebut dibagikan secara door to door langsung ke rumah-rumah penerima manfaat. 

"Ke depan, distribusi akan diperluas ke seluruh Kota Bogor dengan sistem bergilir," ungkapnya.

Hardi memaparkan, bahwa program ini tidak membebani APBD, Pemkot Bogor hanya berperan sebagai fasilitator antara hotel dan masyarakat. Program ini akan terus berjalan sesuai dengan ketersediaan makanan dari hotel-hotel yang berpartisipasi.

"Ke depan, sistem distribusi akan semakin terorganisir dengan penunjukan PIC (person in charge) di setiap kelurahan, yang akan bekerja sama dengan hotel-hotel mitra. Distribusi makanan akan dilakukan setiap hari, dengan ketentuan makanan harus dikonsumsi sebelum pukul 12.00 siang," pungkasnya.


Editor : Doni Ramdhani