Imbas Kenaikan Harga MinyaKita, Pelaku UMKM di Cimahi Alami Penurunan Omset hingga 30 Persen
Kebijakan dinaikkannya harga MinyaKita baru-baru ini dikeluhkan masyarakat. Termasuk pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kota Cimahi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Kebijakan dinaikkannya harga MinyaKita baru-baru ini dikeluhkan masyarakat. Termasuk pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kota Cimahi.
Seperti diketahui, harga MinyaKita saat ini menjadi Rp15.700 dari harga awal Rp14.000 per liter. Alhasil, kenaikan minyak goreng bersubsidi ini membuat para pelaku UMKM di Cimahi meradang.
Dampak dari kenaikan harga MinyaKita itu dirasakan para pelaku UMKM di sentra produsen keripik singkong di Kelurahan Setiamanah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi.
Mereka merasa terbebani lantaran naiknya harga MinyaKita berpengaruh pada biaya produksi.
"Ya jelas memberatkan, soalnya bahan baku kita untuk produksi ini kan minyak goreng. Sekarang harganya naik hampir Rp16 ribu," kata Yayat Hidayat, pemilik sentra oleh-oleh Keripik Pedas Riki, Selasa 23 Juli 2024.
Yayat mengaku, dalam sehari usaha keripiknya itu bisa menghabiskan hingga 450 liter minyak goreng yang digunakan untuk mengolah bahan baku singkong.
"Sehari rata-rata 450 liter, itu untuk menggoreng basreng dan keripik. Soalnya sehari menggoreng itu bisa sampai 3 ton keripik singkong," sebutnya.
Akibat kenaikan harga MinyaKita, ungkap Yayat, ongkos produksi olahan keripik dan basreng membengkak dan berimbas pada penurunan omset yang didapat.
"Omset menurun pastinya, tapi modal bertambah. Kalau dengan kenaikan ini, mungkin omset itu turunnya sampai 30 persenan. Nah modalnya malah membesar," ungkapnya.
Menyiasati kerugiannya, sambung Yayat, dirinya terpaksa mengurangi ukuran produk yang dijualnya. Namun bila dirasa semakin membengkak, bukan tak mungkin dirinya bakal menaikkan harga produknya.
"Menyiasatinya sekarang dengan mengurangi ukurannya. Soalnya kalau harga tetap ukuran juga normal berat. Paling juga nanti bisa menaikkan harga," imbuhnya.
Editor : Doni Ramdhani

