Insentif Guru Ngaji Tetap Berjalan Meski TKD Berkurang hingga Rp1 Triliun
Bupati Bandung Dadang Supriatna berkomitmen program insentif guru ngaji tetap berjalan bersama program prioritas lainnya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Bupati Bandung Dadang Supriatna berkomitmen program insentif guru ngaji tetap berjalan bersama program prioritas lainnya.
Dia menegaskan, kendati transfer keuangan daerah (TKD) pemerintah pusat berkurang hingga Rp1 triliun namun insentif guru ngaji di Kabupaten Bandung tetap berjalan.
Pemberian insentif guru ngaji itu dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan baca tulis Alquran masyarakat Kabupaten Bandung.
Dia menjelaskan, sejak periode pertama kepemimpinannya Pemkab Bandung telah memberikan insentif guru ngaji kepada sekitar 17.000 orang dengan total anggaran mencapai Rp109 miliar per tahun.
“Program insentif guru ngaji ini sudah berjalan sejak periode pertama saya menjabat dan terus berlanjut hingga periode kedua bersama Wakil Bupati Ali Syakieb,” kata Dadang di Soreang, Senin 23 Februari 2026.
Menurutnya, manfaat program ini bukan hanya meningkatkan kesejahteraan guru ngaji tetapi juga berdampak signifikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan keagamaan anak-anak di Kabupaten Bandung.
Setiap guru ngaji menerima insentif sebesar Rp350.000 per bulan. Selain itu, mereka juga mendapatkan fasilitas BPJS Kesehatan secara gratis dengan premi yang dibayarkan oleh Pemkab Bandung.
Program ini menunjukkan dampak positif yang nyata. Jika sebelumnya hanya sekitar 15 persen anak yang mampu membaca Alquran kini angkanya meningkat menjadi sekitar 80 persen.
“Kami akan terus melanjutkan program ini karena mendapat dukungan dari Kementerian Agama dan DPR,” ujarnya.
Editor : Doni Ramdhani


