Tiba di Indonesia, Jemaah Haji Asal Jabar Harus Jalani Pengecekan Covid-19

emaah haji asal Jawa Barat bakal melakukan pengecekan Covid-19 setiba ke tanah air mulai 16 Juli 2022 ini.

Tiba di Indonesia, Jemaah Haji Asal Jabar Harus Jalani Pengecekan Covid-19
17 ribu jemaah haji asal Jabar turut mengalirkan doa untuk almarhum Emmeril Kahn Mumtadz alias Eril putra sulung Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

INILAHKORAN, Bandung-Jemaah haji asal Jawa Barat bakal melakukan pengecekan Covid-19 setiba ke tanah air mulai 16 Juli 2022 ini.

Pengecekan Covid-19 kepada jemaah haji asal Jabar dilakukan berupa skrining suhu tubuh saat sampai di embarkasi haji Bekasi.

Bilamana menemukan jemaah haji dengan suhu tubuh di atas 37,5 derajat celcius maka akan dilakukan swab untuk memastikan bilamana ada yang terpapar Covid-19.
 
 
Hal itu disampaikan  Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah,
Kantor wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jabar Ahmad Handiman Romdony, Selasa (12/7/2022). 
 
"Seluruh jamaah haji yang masuk embarkasi diskrining suhu. Ketika nanti ada yang terindikasi suhu di aras 37.5, baru kita swab," ujar Romdony. 
 
Romdony sudah mengikuti rapat dengan seluruh Embarkasi pusat terkait SOP kepulangan jemaah haji ke Indonesia. Seluruh penanganan dilakukan berdasarkan kesepakatan dan ketentuan yang sudah diputuskan oleh Kemenag pusat.
 
 
Adapun soal vaksinasi booster, menurut dia, masih belum diterapkan pada jemaah haji. 
 
"Kita koordinasi dengan kesehatan tidak ada program booster, hanya swab saja ketika terindikasi suhu tubuh di atas 37.5," katanya. 
 
Terkait teknis penjemputan, Romdony menjelaskan, tidak berbeda dengan tahun-tahun sebeluknya. Kendati demikian, ada penambahan SOP dengan melakukan skrining suhu tubuh untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19 usai jemaah pulang dari Mekkah. 
 
 
Panita Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) nantinya akan menunggu jemaah di asrama di Embarkasi Bekasi, dan ketika jamaah datang, langsung digiring masuk aula kedatangan. Setelah itu akan dilakukan pengecekan suhu tubuh. 
 
"Jemaah juga akan diberikan layanan konsumsi, dan setelah itu jamaah mengambil barang bawaan/tengtengan sekaligus air zam-zam langsung menuju daerah yang menjemput mereka," katanya. 
 
Dia mengakatakan, jemaah haji di Jabar total ada 17.566 jamaah. Di mana saat ini dalam kondisi yang baik dan belum ditemukan jemaah yang terinfeksi Covid-19 di Arab Saudi. 
 
 
"Kondisi jamaah secara umum relatif sehat, walaupun memang ada yang sakit itu karena faktor cuaca dan kelelahan. Makanya nanti, setibanya (jemaah) di embarkasi tim kesehatan hanya memeriksa suhu tubuh jamaah haji saja," ungkapnya. 
 
Jika ada jemaah yang suhunya dia atas 37.5 maka akan diberikan swab dan jika positif akan dilakukan karantina. Dony juga mengimbau agar para pe jemput jemaah tidak nekat mlakukan penjemputan di Bandara Soekarno-Hatta dan Embarkasi Bekasi. 
 
"Kepada keluarga jamaah, kami harapkan menjemput di daerahnya masing-masing, tidak menjemput ke Bekasi apalagi menjemput ke Bandara Soekarno-Hatta. kami akan melayani para jamaah ini sampai kepulangannya di daerah masing-masing," kata dia.
 
 
Lebih lanjut, mengenai jemaah haji asal Jabar yang wafat terus bertambah. Dari sebelumnya ada sebanyak tujuh orang, kini menjadi delapan orang. 
 
Adapun dua diantaranya merupakan warga Kota Bandung. 
 
"Jemaah haji yang wafat bertambah jadi delapan, kemarin dari Kota Bandung meninggal. Ada dua jamaah dari Kota Bandung yang meninggal," katanya. 
 
Berdasarkan informasi yang didapatkannya, jemaah haji yang meninggal asal Kota Bandung meninggal karena kelelahan dalam menjalankan ibadah. Dony mengatakan, jemaah meninggal bukan karena umur. 
 
 
"Informasinya sepulang jumroh, (meninggal) faktor kelelahan bukan karena umur," ucapnya. 
 
Dua jenazah dari Kota Bandung itu, tidak dikirim pulang ke tanah air. Jenazah dikuburkan di Arab Saudi, dan hal itu juga berlaku untuk jenazah jemaah lainnya yang wafat saat menjalankan ibadah haji. 
 
"Semua jamaah yang meninggal di Arab Saudi dimakamkan di Arab Saudi," ucapnya. 
 
Sebelumnya, tujuh jemaah haji asal Jabar dilaporkan meninggal dunia di Arab Saudi. Tujuh orang itu dinyatakan meninggal dalam kondisi sakit. Tiga diantaranya berasal dari Kabupaten Bandung Barat (KBB), Kabupaten Cirebon dan Sukabumi. (Riantonurdiansyah)***
 


Editor : inilahkoran