Ketika Perjuangan Nyi Mas Gandasari Hidup di Panggung

RIBUAN pelajar Cirebon menghidupkan kisah Nyi Mas Gandasari. Dari panggung, nilai perjuangan diwariskan.

Ketika Perjuangan Nyi Mas Gandasari Hidup di Panggung
DRAMA KOLOSAL: Pementasan drama kolosal yang mengangkat kisah Nyi Mas Gandasari dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kota Cirebon, Jawa Barat, Senin (17/8). Pementasan tersebut menjadi sarana memperkuat persatuan antarpelajar.

Kisah perjuangan Nyi Mas Gandasari kembali menemukan ruang di tengah generasi muda Kota Cirebon. Bukan melalui buku sejarah atau cerita dari mulut ke mulut, melainkan lewat panggung drama kolosal yang melibatkan ribuan pelajar.

Sebanyak 4.113 siswa SD dan SMP dari sekolah negeri maupun swasta ambil bagian dalam pementasan untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Cirebon.

Bagi Dinas Pendidikan Kota Cirebon, kisah Nyi Mas Gandasari bukan sekadar cerita masa lalu. Sosok perempuan tangguh yang dikenal memiliki semangat perjuangan itu dipilih sebagai medium untuk menanamkan keberanian, ketangguhan, persatuan, dan nasionalisme kepada para pelajar.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdik Kota Cirebon Ade Cahyani mengatakan, nilai-nilai perjuangan perlu dikenalkan kepada siswa dengan cara yang dekat dengan dunia mereka.

“Kami ingin menanamkan jiwa nasionalisme dengan berbagai cara, salah satunya melalui seni dan semangat kebangsaan,” katanya, seperti dikutip dari ANTARA, Senin (17/8).

Cerita perjuangan kemudian diterjemahkan ke dalam gerak, dialog, dan adegan. Para siswa tidak hanya mendengar kisah Nyi Mas Gandasari, tetapi ikut memerankan dan merasakan proses di balik sebuah pertunjukan.

Menurut Ade, pengalaman tersebut menjadi bagian dari pembentukan karakter. Siswa belajar memahami arti keberanian dan perjuangan sekaligus bekerja bersama dengan pelajar dari sekolah lain.

Pementasan itu pun menjadi ruang untuk memperkuat persatuan antarpelajar. Ribuan siswa dari berbagai sekolah harus berlatih dan menyatukan gerak sebelum tampil dalam satu panggung.

Persiapan dilakukan secara bertahap. Latihan dimulai di sekolah masing-masing, kemudian dilanjutkan dengan latihan gabungan hingga seluruh peserta mampu tampil sebagai satu kesatuan.

Di tengah ribuan peserta, panggung juga menjadi ruang bagi siswa berprestasi untuk menunjukkan kemampuannya. Salah seorang pencerita dalam pementasan tersebut merupakan juara pertama tingkat Jawa Barat dan akan mewakili daerahnya di tingkat nasional.

Ade menilai, pengakuan terhadap prestasi siswa dapat menjadi pemantik semangat bagi peserta didik lainnya.

“Ketika eksistensi prestasi anak diakui, anak akan semakin bersemangat, begitu pula orang tuanya,” ujarnya. (gin)


Editor : Inilahkoran