Kopamas Operasikan Kembali Trayek Bandara Husein
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Yogo Triastopo
INILAH, Bandung - Mesin angkot itu sempat lama tak menyala. Sejak akses menuju Bandara Husein Sastranegara ditutup, trayek yang dulu ramai penumpang perlahan menghilang dari jalanan Kota Bandung. Kini, seiring rencana reaktivasi bandara, angkot tersebut bersiap kembali mengangkut penumpang.
Sebanyak 32 armada disiapkan Koperasi Pemilik Angkutan Masyarakat (Kopamas) Kota Bandung untuk melayani rute yang menghubungkan kawasan permukiman dengan Bandara Husein Sastranegara. Namun, trayek ini bukan sekadar menghidupkan kembali jalur lama, melainkan menjadi bagian dari penataan transportasi di Kota Bandung.
Ketua Kopamas Kota Bandung, Budi Kurnia, mengatakan trayek tersebut akan difokuskan melayani kawasan permukiman yang selama ini belum terjangkau angkutan umum.
“Potensinya ada di kawasan TOD juga. Saat ini salah satunya kawasan UPI, dan wilayah perumahan. Angkot memang harus melayani kawasan-kawasan permukiman, terutama yang belum terlayani angkutan umum,” kata Budi, Selasa (28/7).
Rute yang disiapkan merupakan pengembangan trayek Cibogo Atas–Halte Andir yang melintasi Bandara Husein Sastranegara. Selanjutnya, jalur itu direncanakan terhubung hingga Terminal Ledeng melalui kawasan Sukahaji.
Menurut Budi, jumlah armada yang beroperasi pada tahap awal mengacu pada keputusan Wali Kota Bandung, yakni sebanyak 32 unit. Jumlah tersebut masih bisa bertambah apabila jumlah penumpang terus meningkat.
“Kalau berdasarkan SK Wali Kota, jumlah armada sebanyak 32 unit. Namun nanti kami melihat potensi penumpang. Kalau load factor meningkat, tentu armada akan kami tambah,” ujarnya.
Bagi Kopamas, trayek itu bukanlah jalur baru. Sebelum akses menuju bandara ditutup, angkot tersebut menjadi salah satu trayek dengan tingkat keterisian penumpang cukup tinggi.
“Dulu ramai, bahkan sangat ramai. Kami berhenti beroperasi karena akses di portal ditutup. Setelah ada rencana reaktivasi Bandara Husein, kami menawarkan kembali layanan ini,” katanya.
Tak hanya menghidupkan kembali trayek lama, Kopamas juga ingin mengubah wajah angkot agar lebih sesuai dengan kebutuhan transportasi masa kini. Armada yang disiapkan akan menggunakan kendaraan listrik untuk menekan biaya operasional.
(gin)
Editor : Inilahkoran

