Kopi Jabar Kian Harum, Pelaku Usaha Lokal Raup Pasar Lewat Jalur Digital
Jabar terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat produksi kopi nasional. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 mencatat, produksi kopi provinsi ini mencapai 25.550 ton, memberikan kontribusi signifikan terhadap total produksi kopi Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Jabar terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat produksi kopi nasional. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 mencatat, produksi kopi provinsi ini mencapai 25.550 ton, memberikan kontribusi signifikan terhadap total produksi kopi Indonesia.
Potensi besar kopi asal Jabar tersebut kian menonjol berkat kreativitas generasi muda yang serius menggarap bisnis kopi. Dari dapur roasting sederhana, usaha kopi lokal kini mampu berkembang dan menembus pasar yang lebih luas, termasuk lewat jalur digital.
“Tokopedia dan TikTok Shop berkomitmen menghadirkan deretan inisiatif dan kampanye bagi UMKM lokal, termasuk kategori makanan dan minuman, agar bisa membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dengan harga terjangkau sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Nyawang Langit Roastery adalah salah satu contoh UMKM yang berhasil memanfaatkannya,” kata Head of Communications Tokopedia and TikTok E-commerce Indonesia Aditia Grasio Nelwan di Bandung, Kamis 2 Oktober 2025.
Kisah perjalanan Hadi Widodo, generasi ketiga keluarga pelaku kopi asal Pontianak, menjadi gambaran nyata bagaimana kopi lokal bisa naik kelas.
Setelah lama akrab dengan aroma biji kopi di pabrik keluarga, Hadi mendalami seni roasting, membuka kedai, hingga akhirnya menetap di Bandung pada 2022.
Setahun kemudian lahirlah Nyawang Langit Roastery, yang kini menghadirkan 28 varian kopi, mulai dari hasil bumi Bandung Barat hingga biji kopi dari berbagai negara.
Hadi menegaskan bahwa inovasi dan pengalaman pelanggan adalah kunci menghadapi persaingan.
“Selain penjualan offline di store, kami juga memanfaatkan Tokopedia dan TikTok Shop dengan fitur Beli Lokal dan Promo Guncang untuk menjangkau pelanggan lebih luas. Hasilnya, kontribusi online bisa sampai 40 persen dari total omzet. Kami juga menyuplai biji kopi ke kedai kopi dan hotel di berbagai daerah, termasuk Kalimantan dan Jakarta,” jelasnya.
Dukungan ekosistem digital juga terbukti membawa dampak positif. Kampanye Beli Lokal, misalnya, mampu mendorong penjualan makanan dan minuman naik rata-rata 98 persen di Tokopedia dan 311 persen di TikTok Shop pada kuartal III 2025 dibandingkan kuartal sebelumnya. Di Jawa Barat sendiri, transaksi produk makanan dan minuman meningkat hingga 325 persen.
Bagi Hadi, kopi bukan sekadar komoditas, melainkan cerminan budaya dan hospitality.
“Buat saya, menjamu pelanggan itu nomor satu. kopi enak saja tidak cukup tanpa pengalaman yang hangat dan personal,” ujarnya.
Dari lahan-lahan kopi di Jabar hingga meja konsumen di berbagai kota besar, perjalanan pelaku usaha kopi lokal menunjukkan bahwa cita rasa kopi nusantara semakin mendapat tempat istimewa di hati masyarakat, baik lewat kedai maupun kanal digital.
Editor : Doni Ramdhani


