Kota Kembang Berhias Lewat Program On The Way Bandung Teduh

Pemkot Bandung meluncurkan program On The Way Bandung Teduh dengan menanam 100 pohon pule di antara perempatan Jalan Gardu Jati hingga Jalan Jamika. Langkah itu dilakukan untuk mengembalikan daerah berjuluk Kota Kembang itu agar lebih asri dan rindang.

Kota Kembang Berhias Lewat Program On The Way Bandung Teduh
menanam 100 pohon pule di antara perempatan Jalan Gardu Jati hingga Jalan Jamika.

INILAHKORAN,Bandung,- Sejak didirikan pada tahun 1810 lalu, Bandung dikenal sebagai daerah yang dikelilingi perbukitan dan pegunungan indah dan sejuk. Pepohonan rindang dan arsitektur khas menjadi pelengkap Bandung dengan segala keindahannya.

Namun, seiring perjalanan Kota Bandung pun tak lagi menawarkan kesejukan dan rindangnya pepohonan. Iklim yang tidak menentu, bertambahnya bangunan serta jumlah kendaraan menjadi beberapa alasan Kota Bandung yang kini bahkan terasa tak dingin lagi. 

Kepulan asap kendaraan, kemacetan bahkan menjadi pemandangan rutin di Kota Bandung yang tentu saja jauh dari kesan nyaman dan tenang. 

Hal itu juga yang mendorong para pemangku kebijakan di Kota Kembang pun terus berbenah, termasuk menghadirkan program On The Way Bandung Teduh.

Pencanganan On The Way Bandung Teduh yang Pemerintah Kota Bandung untuk mengembalikan suasana asri dan teduh. Sebagai langkah awal, Pemkot Bandung menanam 100 pohon pule di antara perempatan Jalan Gardu Jati hingga Jalan Jamika.

"Pohon pule ini rindang, cukup kuat. Sehingga pohon ini cocok dan bermanfaat untuk mengantisipasi tekanan udara yang saat ini terasa memanas. Pohon ini memiliki kontribusi bagi perbaikan lingkungan," kata Plh Wali Kota Bandung Ema Sumarna, Kamis 3 Agustus 2023. 

Menurut Ema Sumarna, dipilihnya pohon jenis pule karena memiliki kemudahan untuk dirawat. Salah satu kelebihan pohon tersebut, adalah daunnya yang tidak mudah gugur. 
"Pohon ini tidak mudah gugur. Ini mudah pemeliharaannya. Sisi bentuk itu cocok, nanti jika rimbun akan jauh lebih indah," ucapnya.

Ema pun mengajak para pimpinan kewilayahan untuk turut serta menjaga lingkungan, dan melakukan mitigasi perubahan iklim. "Camat juga lurah bisa melaksanakan kegiatan seperti ini, bisa digerakan di wilayahnya masing-masing," ujar dia.

Ema menyebut, partisipasi masyarakat menjadi kunci utama dalam pertumbuhan pohon di lingkungannya masing-masing. "Masyarakat sekitar saya harap bisa merawat pohon ini. Jadi 5 tahun ke depan bahkan seterusnya, pohon ini hidup baik bisa rimbun, sehingga tata kota lebih indah," jelasnya.

Ketua Komisi C DPRD Kota Bandung Yudi Cahyadi mengatakan, kegiatan seperti ini memberikan mitigasi perubahan iklim. Hal tersebut dapat mengantisipasi ancaman perubahan iklim. Cakupan soal RTH (Ruang Terbuka Hijau) bisa dilakukan bersama," tuturnya.

"Dengan penghijauan ini mampu menjaga Kota Bandung tetap segar, semakin banyak oksigen dan karbondioksida. Lalu soal cakupan soal ruang terbuka hijau, bisa kita lakukan bersama-sama," kata Yudi Cahyadi.***(yogo triastopo)


Editor : Ghiok Riswoto