Kunjungi Sekolah Rakyat Menengah Pertama 10 Bogor, Mensos : Sekolah Ini Untuk Masyarakat Miskin dan Miskin Ekstrim
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, ditemani Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia Muhaimin Iskandar, Menteri Kesehatan Bidi Sadikin dan lainnya mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Pertama 10 Bogor di Karadenan, Cibinong.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Menteri Sosial Saifullah Yusuf, ditemani Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia Muhaimin Iskandar, Menteri Kesehatan Bidi Sadikin dan lainnya mengunjungi sekolah rakyat Menengah Pertama 10 Bogor di Karadenan, Cibinong.
sekolah rakyat, kata Saifullah Yusuf dicanangkan Presiden Prabowo Subianto untuk mengentaskan atau memutus mata rantai kemiskinan.
"Dengan memperluas akses pendidikan dan menjamin pendidikan bermutu gratis kepada masyarakat berkategori miskin dan miskim ekstrim serta langkah strategis lainnya, maka Presiden Prabowo Subianto yakin kemiskinan bisa dientaskan dan Republik Indonesia bisa mewujudkan Indondesia Emas pada Tahun 2045 mendatang," katanya kepada wartawan, Senin, 14 Juli 2025.
Dengan adanya sekolah rakyat, terang mantan Gubernur Jawa Timur tersebut, maka pemerintah telah memukiakan wong cilik atau dhuafa, yang nyaris tidak terdengar selama ini.
"Masyarakat kecil atau kaum dhuafa yang sedang sekolah, terancam putus sekolah dan putus sekolah harus kita bantu dan layani secara baik. Selain itu, masyarakat yang tinggal di kampung tertinggal, juga bisa di sekolah rakyat karena kami juga sudah menyiapkan asramanya," terangnya.
Selain mendapatkan pendidikan gratis, para siswa sekolah rakyat juga mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis, seperti pemeriksaan tingga berat badan, mata, gigi dan jantung.
"Siswa juga akan diidentifikasi bakatnya, dikuatkan disiplinnya, dapat pembelajaran digital, pemeriksaan kompetensi akademik dan para siswa mendapatkan kebutuhan lain seperti laptop hingga ketika para siswa lulus, dirapkan mereka tidak hanya pintar secara intelektual, tetapi juga terampil dan berkarakter," tutur Gus Ipul sapaan akrabnya.
Ia menjelaskan, tidak ada test akademik bagi para siswa sekolah rakyat, yang terpenting keluarga calon siswa tersebut masuk kedalam kategori keluarga miskin dan miskin ekstrim.
Editor : Ahmad Sayuti


