Kurangi Angka Pengangguran, Pemkab Bandung Siapkan Warganya menjadi PMI ke Luar Negeri
Pemerintahan Kabupaten Bandung terus berupaya mengurangi angka pengangguran. Salah satunya, dengan memberikan pelatihan dan penempatan kerja bagi warga Kabupaten Bandung yang mau menjadi pekerja migran Indonesia (PMI) ke luar negeri.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Soreang - Pemerintahan Kabupaten Bandung terus berupaya mengurangi angka pengangguran. Salah satunya, dengan memberikan pelatihan dan penempatan kerja bagi warga Kabupaten Bandung yang mau menjadi pekerja migran Indonesia (PMI) ke luar negeri.
Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan, Pemerintahan Kabupaten Bandung sudah kerja sama dengan LPK Sekai Mustika dan beberapa LPK lainnya, pihaknya akan mempersiapkan anggaran dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
"Saya ingin jumlah angka pengangguran yang mencapai 6,32 persen atau sekitar 123 ribu orang bisa berkurang pada setiap tahunnya," kata Dadang, Jumat 18 Juli 2025.
Menurutnya, dalam lima tahun ke depan, Pemkab Bandung akan mempersiapkan setiap tahunnya 10.000 wirausaha muda dan lapangan kerja, di antaranya untuk tenaga migran.
"Ini salah satunya bukti konkret untuk bisa diserap dan dimanfaatkan oleh usia produktif. Karena saya yakin orang Indonesia dan orang Kabupaten Bandung punya kemampuan. Yang penting adalah ada kesempatan kerja," ujarnya.
Dadang menjelaskan, kalau kesempatan kerja sudah ada, maka kemampuan untuk meningkatkan skill harus terus didorong. Apalagi, Pemkab Bandung sudah memiliki Balai Latihan Kerja (BLK) dan bekerjasama dengan LPK sehingga sudah tidak ada kendala lagi.
"Tentunya dengan hadirnya Ketua Asosiasi Pasia Tokyo Jepang Mr Tomohiro Kunihiro akan membantu masyarakat Kabupaten Bandung agar lebih luas lagi dan bisa bekerja sesuai dengan skillnya masing-masing," ujarnya.
Dadang berharap kepada tenaga kerja migran yang bekerja di Jepang bisa menjaga citra dan nama baik negara Indonesia, terutama Kabupaten Bandung.
"Yang tentunya kami berharap kepada tenaga migran asal Kabupaten Bandung yang bekerja di Jepang atau di negara lain tetap harus mengikuti etika, adab demi mempertahankan nama baik negara kita," katanya.
Dadang menyebutkan pemerintah daerah akan selalu melakukan kroscek keberadaan tenaga kerja yang diterima di sebuah perusahaan di Jepang misalnya.
"Apakah perusahaan tersebut turut melindungi para pekerja migran kita atau tidak. Kita pun akan terus berkomunikasi dengan BP3MI (Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia). Alhamdulillah sampai saat ini di Kabupaten Bandung tidak ada keluhan," katanya.
Dadang meminta kepada tenaga kerja yang sudah diberangkatkan ke Jepang, untuk bisa dimanfaatkan secara baik. "Saya sudah melihat yang sudah bekerja di Jepang, kembali ke Indonesia maka setelah kembali menjadi pelaku usaha atau buka wirausaha. Itu sudah banyak," katanya.
Dikatakan Dadang, di Jepang ada etos kerja, yaitu disiplin waktu dan berolahraga. "Ini tentu harus kita pertahankan. Saya titip bagi tenaga kerja migran yang bekerja di Jepang, bekerja sesuai dengan skill masing-masing yang sudah dipercayakan. Jangan sampai merusak citra negara kita, yang tentunya sudah bekerjasama dengan kita. Dan harus menjaga nama baik daerah kita," ujarnya.
Dadang menjelaskan, Kabupaten Bandung merupakan salah satu wilayah di Jawa Barat Indonesia dengan luas wilayah 174 ribu hektare dengan jumlah penduduk sekitar 3,8 juta jiwa. Terdiri dari 31 kecamatan, 270 desa dan 10 kelurahan dan tentunya mempunyai sumber daya alam yang sangat luar biasa.
"Masyarakat Kabupaten Bandung mempunyai 56 persen usia produktif, ini merupakan suatu tantangan bagi pemerintah daerah. Maka dengan hadirnya Mr. Tomohiro Kunihiro beserta LPK Sekai Mustika, kami sudah melakukan kerja sama mulai tahun 2021 sampai saat ini tahun 2025. Yang sudah dilatih menggunakan APBD sebanyak 280 orang, dan telah dikirim ke Jepang sebanyak 107 orang. Dan ini tentunya menggunakan APBD sekitar Rp 3,1 miliar," katanya.
Ke depan, Dadang berharap kerjasama ini semakin ditingkatkan, dan Pemkab Bandung sudah mempunyai BLK. Untuk itu, ia mengatakan bahwa kerjasama antara LPK Sekai Mustika dan Mr. Tomohiro Kunihiro kalau kedepannya membutuhkan tenaga kerja sesuai dengan skill.
"Maka kami siap mempersiapkan lokasi atau BLK disesuaikan dengan kebutuhan. Apa yang dibutuhkan perusahaan di Jepang yang menampung tenaga kerja asal Kabupaten Bandung, nantinya kita mapping. Berapa yang dibutuhkan perusahaan setiap tahunnya, sehingga kami sudah bisa mempersiapkan. Sekalipun negara lain yang masih membutuhkan, dan saat ini kami sudah bekerjasama dengan negara Korea. Sehingga kami tiap tahunnya mengirimkan ke Jepang dan Korea. Apalagi kita sudah ada tawaran untuk tenaga kerja ke Eropa, dan ini akan disampaikan ke masyarakat Kabupaten Bandung," katanya.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Pasia Tokyo Jepang Mr Tomohiro Kunihiro mengatakan tenaga kerja migran yang bekerja di Jepang itu tidak hanya orang Indonesia. Tetapi ada juga orang Vietnam, Kamboja, dan negara lainnya. Sebelumnya, Mr Tomohiro Kunihiro telah pergi dan melihat para calon tenaga kerja migran di LPK Sekai Mustika.
"Para muridnya sudah dibilang sudah sangat baik. Berharap dari LPK Sekai Mustika bisa lebih banyak lagi mengirimkan tenaga kerja migran ke Jepang, tentunya kami lindungi di sana (Jepang). Karena kalau komunikasi dengan pihak Kabupaten Bandung terlalu jauh, jadi kami sebagai lembaga yang melindungi mereka di sana akan melindungi mereka apabila ada permasalahan. Jadi tidak perlu khawatir. Terima kasih atas kepercayaan dari Bapak Bupati Bandung," katanya.
Tomohiro juga turut mengucapkan terima kasih kepada Bupati Bandung dan LPK Sekai Mustika. Ia berusaha untuk menjembatani pihak perusahaan dengan para pekerja migran Indonesia yang ada di Jepang.
"Kami juga akan melindungi hak-hak mereka (pekerja migran) ketika terjadi permasalahan dengan pihak perusahaan di Jepang dan meluruskan permasalahan yang tidak benar," ujarnya.
Tomohiro mengungkapkan, menjalin kerja sama dengan LPK Sekai Mustika untuk lebih membuka kesempatan lebih banyak lagi bagi warga Kabupaten Bandung bekerja di Jepang.
Ia juga berharap tenaga migran yang bekerja di Jepang bisa mengurangi angka pengangguran yang ada di Indonesia, khususnya di Kabupaten Bandung. Selain itu berharap dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia tenaga migran terutama asal Kabupaten Bandung. Perginya tenaga kerja migran ke Jepang bisa memberikan manfaat bagi mereka.
Editor : Doni Ramdhani


