Lahan Gersang Api Menyerang
LAHAN terbuka mengering saat kemarau tiba. Ancaman kebakaran pun ikut membesar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh : Yogo Triastopo
Musim kemarau tak hanya membuat udara Kota Bandung terasa lebih terik. Di sejumlah lahan terbuka, rumput dan alang-alang yang mengering perlahan berubah menjadi bahan bakar yang menunggu percikan api.
Api yang semula kecil dapat dengan cepat menjalar. Tumpukan sampah, rerumputan kering hingga vegetasi di ruang terbuka hijau menjadi titik rawan yang perlu diwaspadai.
Ancaman itu terlihat jelas sepanjang Juli 2026. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Diskarmatan) Kota Bandung mencatat lonjakan tajam kebakaran lahan terbuka dan vegetasi. Dibandingkan bulan sebelumnya, kasusnya meningkat hingga 600 persen.
Kepala Bidang Pencegahan Diskarmatan Kota Bandung, Adhli Al Afwan Izwari, mengatakan sepanjang Juli terdapat 54 kejadian kebakaran.
Dari jumlah tersebut, 28 kasus atau sekitar separuhnya terjadi pada lahan alang-alang, tumpukan sampah, maupun ruang terbuka hijau.
Angka itu jauh berbeda dengan kondisi pada Juni. Ketika itu, Diskarmatan hanya mencatat empat kejadian kebakaran dalam kategori lahan terbuka dan vegetasi.
“Kalau dirinci penyebabnya, dari 54 kejadian di bulan Juli, sebanyak 28 kasus atau sekitar 50 persen adalah kebakaran di lahan alang-alang, tumpukan sampah atau ruang terbuka hijau,” kata Adhli, Kamis (10/9).
Dalam hitungan sebulan, lahan kosong dan vegetasi kering seolah berubah menjadi kawasan yang lebih mudah tersulut. Kenaikan dari empat menjadi 28 kejadian itulah yang membuat kasus kebakaran kategori tersebut melonjak hingga 600 persen.
Bukan hanya kebakaran lahan yang meningkat. Jumlah kejadian kebakaran secara keseluruhan di Kota Bandung juga ikut terdongkrak.
Pada Juni, tercatat 28 kejadian kebakaran. Sebulan kemudian jumlahnya menjadi 54 kejadian atau meningkat sekitar 108 persen.
“Secara umum, kejadian kebakaran di musim kemarau naik hingga 100 persen dibanding biasa. Khusus kasus lahan terbuka atau alang-alang, kenaikannya paling tajam hingga 600 persen,” ujar Adhli.
Ada alasan mengapa lahan terbuka menjadi begitu rentan ketika musim kemarau tiba.
Vegetasi yang kehilangan banyak kandungan air menjadi lebih mudah terbakar. Rumput dan alang-alang yang mengering dapat menjadi jalur bagi api untuk bergerak. Ditambah tumpukan sampah dan material lain yang mudah terbakar, api dapat membesar dalam waktu singkat.
Kondisi itu membuat pencegahan tidak cukup dilakukan ketika api sudah muncul. Kesiapsiagaan harus dimulai jauh sebelum musim kemarau mencapai puncaknya. (gin)
Editor : Inilahkoran

