Mahasiswa ISI Denpasar Jadikan Bunga Jempiring sebagai Fasilitas Publik

Mahasiswa ISI Denpasar, program studi Desain Interior menunjukkan karya seni berupa desainnya dalam bentuk metafora Bunga Jempiring yang merupakan maskot dari Kota Denpasar.

Mahasiswa ISI Denpasar Jadikan Bunga Jempiring sebagai Fasilitas Publik
Mahasiswa ISI Denpasar, Bali. (Antara Foto)

INILAH, Denpasar - Mahasiswa ISI Denpasar, program studi Desain Interior menunjukkan karya seni berupa desainnya dalam bentuk metafora Bunga Jempiring yang merupakan maskot dari Kota Denpasar, dan diletakkan sebagai fasilitas publik di lapangan Puputan Badung.

Peresmian ini dilakukan dalam rangka Pra Event Temu Karya Desain Interior Indonesia (TKMDII) yaitu temu karya mahasiswa desain interior Indonesia, yang akan dilaksanakan di Solo pada bulan September 2019.

“Nah, kami dari ISI Denpasar juga mengirimkan kontingen yang akan bergabung dengan STD dengan membuat karya fasilitas publik yang bisa bermanfaat bagi masyarakat," kata Kepala Jurusan/Program Studi Desain Interior, ISI Denpasar, I Kadek Dwi Noorwatha, di Denpasar, Kamis 4/7/2019).

Ia menjelaskan bahwa karya yang ingin ditonjolkan adalah bentuk metafora dari bunga Jempiring yang merupakan ide dari mahasiswa Desain Interior. Karya ini juga secara simbolis menggambarkan bunga Jempiring untuk selanjutnya diubah melalui arsitektur tradisional dari bambu yang bisa dinikmati oleh publik.

Selain itu, pihaknya juga melakukan pembinaan secara berkala dengan menerapkan dan mengembangkan identitas lokal dalam desain modern tanpa meninggalkan struktur Bali.

"Jadi itu kekuatan kami, cara kami dalam mengungkapkan sebuah karya dari para mahasiswa dan selaras dengan visi misi program studi kami yaitu berbasis Budaya, Berwawasan, Universal," terangnya.

Selain itu, dari kegiatan launching dan peletakan karya fasilitas publik berupa metafora dari Maskot Kota Denpasar ini, diusung oleh salah satu Mahasiswa Desain Interior, ISI Denpasar, yaitu I Gede Suka Jaya Berata.

"Dari karya ini mengambil konsep kesejukan dan ketenteraman hati yang disimboliskan melalui maskot Kota Denpasar, yaitu bunga jempiring putih yang melambangkan kesucian, kejernihan berpikir dan perbuatan yang jujur sebagai simbol kewibawaan dan taksu," sebut Ketua Panitia, sekaligus sebagai pencetus ide fasilitas publik, I Gede Suka Jaya Berata.

Ia juga menjelaskan bahwa melalui karya ini bertujuan untuk mengenalkan desain ke masyarakat, membuat kawasan menjadi nyaman dan menarik, karya bermanfaat bagi masyarakat dan bersifat sustainable.

Selain itu, metafora Bunga Jempiring ini dikerjakan selama kurang lebih satu bulan, oleh 20 orang mahasiswa desain Interior angkatan 2017 dan 2018. Untuk jumlah anggaran yang digunakan dalam pembuatan fasilitas publik ini sebesar Rp3.500.000.

"Kenapa memilih simbolis dari bunga Jempiring, ya karena ingin menyatukan konsep kesejukan dari makna Jempiring dengan lokasinya di wilayah kota Denpasar ini. lalu untuk kelebihannya dilihat dari segi bahan yang alami, dan ramah lingkungan dan bentuknya yang juga fleksibel," ujarnya. (Antara)


Editor : suroprapanca