Maksimalkan Kegiatan Belajar, SMAN 5 Bandung Berlakukan PTM 100 Persen Pekan Depan

Sudah menurunnya kasus Covid-19 di Kota Bandung membuat SMAN 5 Bandung memutuskan melaksanakan PTM 100 persen mulai pekan depan

Maksimalkan Kegiatan Belajar, SMAN 5 Bandung Berlakukan PTM 100 Persen Pekan Depan
Mulai pekan depan SMAN 5 Bandung akan melakukan PTM 100 persen.

INILAHKORAN, Bandung - SMAN 5 Bandung akan melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen pada pekan depan. Hal ini mengingat Covid-19 khusunya di Jawa Barat terus melandai dari waktu ke waktunya.

"Rencana minggu depan kita SMAN 5 Bandung mau melaksanakan PTM 100 persen, tapi masuk dan keluar sekolah ada jeda. Untuk kelas XI masuk pukul 07.30 WIB, kelas X masuk jam 08.00 WIB," jelas Kepala SMAN 5 Bandung Heru Ekowati, Rabu 13 April 2022.

Menurut Heru Ekowati, PTM 100 persen penting dilaksanakan setiap sekolah demi pendidikan siswa-siswi. Pasalanya, kata dia, pembelajaran tatap muka itu jauh lebih efektif dari pada sistem jaringan (online).

Baca Juga: PTM 100 Persen di Kota Bandung, SMAN 5 Bandung Utamakan Kelas XII Belajar di Ruangan

"Paling tidak para siswa-siswi berada dalam pengawasan kami, saoalnya kan ada guru yang mengawasi. Kalau belajar online, kami enggak bisa mengontrol secara penuh siswa-siswinya," katanya.

Meski begitu, pihaknya tidak mewajibkan vaksin booster bagi siswa-siswi sebagai syarat mengikuti PTM 100 persen pekan depan.

"Anak-anak mah jarang booster, tapi guru dan karyawan sudah. Prokes tetap dijalankan oleh kami, sebelum ke sekolah semua ruangan disemprot dulu dan sudah pulang pun pasti disemprot juga disiinfrktan. Selain itu, mereka diusahakan jaga jarak dan cuci tangan," paparnya.

Baca Juga: Hore, Ada 22 Puskesmas Layani Vaksinasi Disiapkan Pemkot Bandung bagi Warga Kota Bandung Sebelum Mudik

Dia berharap, bahwa PTM 100 persen akan digelar pekan depan, dan harus adanya kerjasama baik itu guru/pengajar, siswa-siswi, juga orang tua dan tetap menjaga prokes biar tetap aman.

Selain itu, pada saat PTMT, banyak juga orangtua siswa yang abai dan tidak mengingatkan anaknya, sehingga guru pengajar maupun wali kelas nelpon anaknya, ternyata mereka belum bangun.

"Anaknya ternyata kesiangan dan lainnya," ucapnya. *** (okky adiana)


Editor : inilahkoran