Mancing Bersama Sambil Berbagi

Mancing Bersama Sambil Berbagi
FUN FISHING: Kegiatan Fun Fishing Journalist X ASN memperebutkan Piala Wali Kota Bandung 2026 di Kampung Pamoyanan, Kabupaten Bandung.

Oleh: Yogo Triastopo

INILAH, Bandung - Pagi di Kampung Pamoyanan, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, tidak hanya diisi dengan riuh suara pemancing, Sabtu (29/8).

Suasana di kawasan itu juga menjadi lebih hangat ketika bantuan mulai dibagikan kepada warga.

Sebanyak 50 paket sembako diserahkan kepada warga dhuafa dan lanjut usia (lansia). Beberapa pohon produktif berbagai jenis juga diberikan kepada warga sekitar untuk ditanam dan dirawat.

Bantuan tersebut diberikan di sela kegiatan Fun Fishing Journalist X ASN, memperebutkan Piala Wali Kota Bandung 2026.

Bagi Rina, salah seorang warga Kampung Pamoyanan, bantuan itu datang sebagai sesuatu yang berarti.

Terlebih, kebutuhan seharihari bagi warga lansia dan dhuafa tidak selalu mudah dipenuhi.

“Alhamdulillah, mendapatkan bantuan sembako.

Terima kasih bantuannya buat para lansia dan dhuafa.

Terima kasih, sangat membantu sekali,” kata Rina.

Hari itu, kegiatan memancing memang menjadi ajang pertemuan. Namun, kail dan umpan bukan satusatunya yang dibawa. Ada pula kepedulian yang ingin ditinggalkan di tengah masyarakat.

Ketua Pelaksana Fun Fishing Journalist X ASN Evy Damayanti mengatakan kegiatan tersebut dirancang bukan sekadar untuk mempertemukan aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Bandung dengan pewarta dalam suasana santai.

“Selain mancing, acara hari ini juga memberikan 50 bantuan sembako dan pohon produktif berbagai jenis kepada warga dhuafa, lansia dan warga sekitar,” ujar Evy.

Di tengah suasana informal itu, hubungan yang biasanya berlangsung dalam ruang kerja dan agenda resmi menjadi lebih cair.

ASN dan wartawan bertemu tanpa meja rapat, tanpa podium, dan tanpa sekat formalitas.

Anggota Komisi III DPRD Kota Bandung Rendiana Awangga menilai ruang semacam itu penting untuk membangun kedekatan emosional.

“Dalam mempererat silaturahmi, bukan dalam ruangruang formal. Ini ruang informal. Hubungan emosional seperti ini harus dibuat dan harus didesain,” katanya.

(gin)


Editor : Inilahkoran