Maryati dan Tragedi di Saluran Irigasi

Maryati dan Tragedi di Saluran Irigasi

INILAH, Karawang- Maryati seperti sedang berada dalam lorong waktu paling kelam dalam hidupnya. Sang anak tercinta, Dion (27) selamanya pergi.

Dion, pemuda asal Desa Karyamulya, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, yang pamit dari rumah dengan penuh antusias untuk menjadi panitia perayaan 17 Agustus, tak pernah benar-benar kembali.

Kecemasan Maryati bermula ketika Dion menghilang usai rangkaian kesibukan perayaan hari kemerdekaan.

Maryati sempat menaruh asa bahwa anaknya sekadar sibuk membereskan panggung atau berkumpul dengan pemuda karang taruna lainnya.

“Dion tidak pulang ke rumah meski kegiatan sudah selesai. Saya sempat mencari namun tidak ketemu dimana posisinya,” katanya.

Hari berganti, Dion ditemukan tak bernyawa di saluran irigasi Batujaya. Tubuh yang dulu ia besarkan dengan penuh peluh dan kasih sayang kini terbujur kaku, jauh dari pelukan hangat rumah.

Pukulan terberat bagi Maryati bukan sekadar kehilangan, melainkan luka-luka ganjil yang tergores di tubuh anaknya. Dalam jasad Dion, ada jejak kekerasan tak wajar. Luka menganga di bagian leher, hantaman di kepala bagian belakang, hingga lebam serta darah di sekitar area mata.

Maryati mengaku tidak tega melihat jenazah anaknya.

Maryati berharap pihak kepolisian segera dapat mengusut tuntas motif dan pelaku pembunuh anaknya.

Sementara itu, Polresta Karawang Kombes Pol Mario Prihantinto memastikan Satreskrim Polresta Karawang mengusut penemuan mayat di Irigasi Batujaya.

Menurut Mario korban dikenal bernama Dion dan ditemukan tewas mengapung di Irigasi namun tubuh korban penuh luka lebam diduga dianiaya. Korban sempat dinyatakan hilang selama satu malam sebelum akhirnya ditemukan mengambang di irigasi.

Mario mengatakan Satreskrim sudah turun kelokasi untuk melakukan penanganan awal, termasuk menemui keluarga korban dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Polisi mengusut kasus penemuan mayat di irigasi karena mendapat keterangan masyarakat terkait kondisi jenazah saat ditemukan.

“Selanjutnya kami masih menunggu hasil pendalaman dilapangan sebelum menentukan langkah penyelidikan selanjutnya. Jika memang harus dilakukan atopsi akan kita lakukan,” kata Mario, Minggu (30/8).

Menurut Mario kepolisian belum bisa memberi kesimpulan terkait korban apakah korban kejahatan atau tidak.

Polisi masih melakukan pendalaman.

“Hingga saat ini masih kita lakukan pendalaman. Mudahmudahan segera selesai agar dengan segera kita kasih info hasilnya,” katanya.

(nila kusuma)


Editor : Inilahkoran