Membangun Timur Menuju Makmur

DARI jalan hingga fasilitas ekonomi, Bogor Timur mulai berbenah.Harapannya, kawasan ini tumbuh menjadi pusat ekonomi baru.

Membangun Timur Menuju Makmur
EKONOMI BARU: Bupati Bogor, Rudy Susmanto menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dalam mempercepat pembangunan wilayah timur sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Komitmen tersebut disampaikan saat meresmikan Pasar Hewan Jonggol, Pasar Ikan Ciseeng, Instalasi Karantina Ikan Laladon, serta pemberian nama Jalan H Muhammad Soeharto, di Kecamatan Jonggol.

Jonggol perlahan dipersiapkan menjadi wajah baru pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bogor. Bukan hanya melalui pembangunan fasilitas perdagangan dan pelayanan, tetapi juga lewat infrastruktur yang diharapkan membuka jalan bagi pergerakan ekonomi masyarakat.

Komitmen itu ditegaskan Bupati Bogor Rudy Susmanto saat meresmikan sejumlah fasilitas di Kecamatan Jonggol, Kamis (6/8). Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Bogor meresmikan Pasar Hewan Jonggol, Pasar Ikan Ciseeng, Instalasi Karantina Ikan Laladon, sekaligus memberikan nama Jalan H. Muhammad Soeharto.

Bagi Rudy, pembangunan berbagai fasilitas tersebut bukan sekadar proyek fisik.

Lebih jauh, langkah itu menjadi bagian dari strategi besar menyiapkan Bogor Wilayah Timur sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Pembangunan kawasan tidak hanya berfokus pada penetapan calon ibu kota Bogor Timur, tetapi juga didukung penyediaan berbagai fasilitas yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Rudy dalam keterangannya.

Menurutnya, sebuah kawasan tidak akan berkembang tanpa dukungan infrastruktur yang kuat. Jalan menjadi urat nadi yang menghubungkan aktivitas masyarakat, distribusi barang, hingga membuka peluang investasi baru.

Karena itu, Pemkab Bogor tengah membangun jalan tembus sepanjang sekitar 10 kilometer yang menghubungkan Jalan Transyogi hingga Desa Sukaresmi. Proyek tersebut ditargetkan rampung pada Desember 2026.

“Pembangunan wilayah harus diawali dengan membangun urat nadinya, yaitu infrastruktur jalan,” kata Rudy.

Selain pembangunan jalan, percepatan Bogor Timur juga mendapat dukungan dari pemerintah pusat melalui pembangunan Bendungan Cijurey yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2028. Kehadiran infrastruktur tersebut diharapkan memperkuat kebutuhan air sekaligus menopang perkembangan kawasan.

Konektivitas wilayah juga diperkuat melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) yang menghubungkan Kecamatan Citeureup hingga Sukamakmur. Ruas jalan tersebut menjadi bagian dari upaya membuka akses antarwilayah di kawasan timur Kabupaten Bogor.

Tak berhenti pada infrastruktur dasar, Pemkab Bogor juga menyiapkan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) tahap pertama seluas sekitar 1.000 hektare di Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukamakmur.

Kawasan itu dirancang menjadi pusat layanan kesehatan bertaraf internasional yang diharapkan mampu menarik investasi dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Dalam kesempatan yang sama, Rudy juga memberikan apresiasi kepada Haji Mulyadi beserta keluarga atas perjuangan mengusulkan nama Jalan H. Muhammad Soeharto.

Nama tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh yang dinilai memiliki jasa dalam pembangunan wilayah Jonggol.

“Pemberian nama jalan tersebut merupakan bentuk penghormatan Pemerintah Kabupaten Bogor kepada sosok pemimpin desa yang berhasil membawa desanya menjadi salah satu desa terbaik di Indonesia serta memiliki kontribusi besar dalam pembangunan wilayah Jonggol,” jelas Rudy.

Bagi Rudy, membangun Bogor Timur bukan hanya tentang menghadirkan gedung atau jalan baru. Pembangunan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar infrastruktur, sumber daya manusia, dan pelayanan publik dapat tumbuh bersama menuju Kabupaten Bogor yang lebih maju dan berdaya saing. (gin)


Editor : Inilahkoran