Membuka Akses Pendidikan Layak: Meraih Ilmu Menepis Pilu
SEKOLAH bukan sekadar tempat belajar. Bagi anak-anak dari keluarga miskin, pendidikan adalah pintu menuju kehidupan lebih baik.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Bagi banyak anak dari keluarga kurang mampu, sekolah bukan sekadar tempat belajar. Sekolah adalah jalan untuk mengubah masa depan, membuka kesempatan, dan memutus rantai kemiskinan yang selama ini membelenggu kehidupan keluarganya.
Harapan itu yang ingin diwujudkan melalui Program Sekolah Rakyat. Pemerintah mulai menyiapkan langkah-langkah pembangunan sekolah berasrama yang diperuntukkan khusus bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem agar mereka memperoleh pendidikan yang layak.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan, pemerintah daerah kini dikoordinasikan untuk menyiapkan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mengoptimalkan aset-aset milik pemerintah daerah yang selama ini belum dimanfaatkan.
“Diharapkan anak-anak yang bersekolah di Sekolah Rakyat ini yang diambil dari desil 1 dan desil 2, 20 persen rakyat yang miskin atau miskin ekstrem, tidak mampu, itu dipilih khusus untuk mereka agar mereka mendapat pendidikan yang baik, yang layak dan Insya Allah, semoga Tuhan memberkati mereka kemudian ke depan mereka akan lebih maju, lebih baik daripada orang tuanya,” katanya, seperti dikutip dari ANTARA.
Pernyataan itu disampaikan Tito saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Biak Numfor, Papua, Sabtu (1/8). Pada kesempatan yang sama, dia juga menyerahkan bantuan kepada para guru dan siswa.
Menurut Tito, Sekolah Rakyat akan dibangun dengan desain yang seragam di berbagai daerah di Indonesia. Kompleks sekolah nantinya dilengkapi asrama, ruang belajar, ruang guru, hingga lapangan olahraga agar siswa memperoleh lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan akademik maupun karakter.
Program tersebut secara khusus diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga desil satu dan desil dua atau kelompok masyarakat miskin dan miskin ekstrem yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan berkualitas.
Tito menuturkan, gagasan Sekolah Rakyat lahir dari kepedulian Presiden Prabowo Subianto terhadap anak-anak yang belum mendapatkan kesempatan belajar secara layak. Menurutnya, negara memiliki kewajiban untuk hadir memenuhi hak pendidikan setiap anak sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
“Saya tahu ini keinginan dari Bapak Presiden dan betul-betul ini ide mungkin dari Bapak Presiden yang setahu saya karena dua faktor utama. Beliau memahami betul keinginan para pendiri negara bangsa Indonesia,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Tito didampingi Ketua Umum Tim Penggerak PKK Tri Tito Karnavian menyerahkan bantuan berupa 45 paket sembako bagi guru Sekolah Rakyat, 88 botol minum isi ulang untuk siswa, serta secara simbolis menyerahkan kartu tanda penduduk elektronik pemula kepada dua siswa.
Tri juga mengajak para siswa membiasakan menggunakan botol minum isi ulang sebagai bagian dari upaya mengurangi sampah plastik sekali pakai. Bersama para peserta, ia turut menanam pohon sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan. (gin)
Editor : Inilahkoran


