Menjaga Sejarah Kota dari Pendopo
PENDOPO Bandung bersiap berganti fungsi. Mulai 2029, bangunan bersejarah itu ditargetkan menjadi museum Kota Bandung.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Yogo Triastopo
Kelak, Pendopo Kota Bandung tak lagi sekadar menjadi rumah tempat wali kota tinggal. Setelah 2029, bangunan bersejarah itu diproyeksikan membuka pintunya lebih lebar bagi publik, bukan sebagai kediaman, melainkan sebagai museum yang merekam perjalanan Kota Bandung.
Rencana tersebut bukan gagasan yang tiba-tiba muncul. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengaku menjadikan alih fungsi Pendopo sebagai museum sebagai salah satu cita-citanya sejak awal. Kini, keinginan itu semakin memungkinkan setelah Pendopo resmi berstatus sebagai cagar budaya.
“Iya, itu cita-cita saya. Tetapi Pendopo sekarang sudah resmi menjadi cagar budaya. Karena merupakan cagar budaya milik publik, sebaiknya tempat tersebut tidak dijadikan tempat tinggal,” kata Farhan, Senin (17/8).
Status tersebut membawa konsekuensi baru. Pendopo tidak bisa lagi diubah sesuka hati mengikuti kebutuhan penghuninya. Baik bagian luar maupun dalam bangunan harus dijaga agar tetap mendekati bentuk aslinya.
Karena itu, proses pengembalian wajah Pendopo ke bentuk semula mulai dilakukan secara perlahan. Restorasi berjalan bersamaan dengan pemanfaatan bangunan tersebut sebagai rumah dinas wali kota.
“Kalau Pendopo ini sudah menjadi cagar budaya, itu tidak boleh dilakukan. Baik eksterior maupun interiornya harus dikembalikan ke kondisi aslinya,” ucapnya.
“Sambil kami tinggal di sini, kami juga perlahan-lahan melakukan restorasi kembali ke bentuk aslinya supaya nantinya bisa menjadi cagar budaya yang utuh,” ujar dia.
Farhan menargetkan perubahan fungsi itu mulai terwujud pada 2029, ketika wali kota tidak lagi menempati Pendopo sebagai rumah dinas. Setelah itu, bangunan tersebut diharapkan menjadi ruang publik yang menyimpan lebih banyak cerita tentang Bandung.
Museum yang dirancang tidak hanya akan berisi karya seni. Pendopo juga diproyeksikan menjadi tempat untuk mengenalkan karya para seniman Bandung sekaligus menyimpan jejak sejarah para pemimpin kota.
“Museum karya-karya. Misalnya karya seni warga Bandung para seniman Bandung,” jelasnya.
Gagasan itu kemudian diperluas dengan rencana menghadirkan memorabilia para wali kota Bandung. Jejak kepemimpinan dari masa Wiranatakusumah hingga wali kota terakhir diharapkan dapat dikumpulkan dan ditampilkan, sehingga Pendopo bukan hanya menjadi bangunan tua yang dipelihara, tetapi juga ruang yang bercerita.
“Kemudian bisa juga dibuat museum tentang berbagai wali kota di Kota Bandung, sejak zamannya Wiranatakusumah sampai wali kota yang terakhir. Jadi, seluruh memorabilia dari para wali kota tersebut bisa ditampilkan di sini,” tutur dia.
(gin)
Editor : Inilahkoran

