Namun, ada sebagian orang yang memilih untuk tidak bersalaman dengan yang bukan mahram karena alasan syariat.
Lalu, bagaimana sebaiknya sikap yang harus diambil dalam situasi ini? Begini cara santun yang disarankan
Buya Yahya
Bolehkah Menolak Bersalaman dengan yang Bukan Mahram?
Menurut Buya Yahya, menolak bersalaman dengan yang bukan mahram diperbolehkan jika dilakukan dengan tujuan menjalankan ilmu agama yang telah dipelajari.
"Anda menghindari salaman untuk menjalankan ilmu yang Anda dapatkan, itu boleh," jelas Buya Yahya.
Namun, dalam menolak bersalaman, tetap perlu memperhatikan adab dan cara yang baik agar tidak menyinggung perasaan orang lain.
Cara Menolak dengan Santun
Menolak bersalaman bukan berarti harus bersikap kaku atau membuat orang lain merasa tidak nyaman. Buya Yahya menyarankan agar tetap menampilkan wajah ceria dan memberikan sapaan yang baik.
"Sebelum bersalaman, tetaplah tersenyum dan sapa dengan ramah, seperti ‘MasyaAllah, Ibu, bagaimana kabarnya? Sehat?’” ungkapnya.
Hal ini penting agar pesan yang ingin disampaikan diterima dengan baik tanpa menimbulkan kesalahpahaman.
Hindari Sikap Berlebihan
Buya Yahya juga mengingatkan agar dalam menolak bersalaman, seseorang tidak bersikap berlebihan atau terlihat merendahkan orang lain.
Sikap terlalu kaku atau seolah-olah merasa paling benar justru bisa menimbulkan kesan negatif terhadap ajaran Islam.
"Masalahnya bukan pada menolak salaman, tapi jangan sampai bersikap sok. Kalau sampai begitu, orang lain bisa merasa risih, dan syariat malah terlihat tidak menyenangkan karena sikap kita sendiri," tegasnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya tetap berinteraksi secara wajar dengan orang-orang di sekitar.
"Jangan tiba-tiba diam dan menjauh seolah membenci semua orang, seperti menganggap semua ahli neraka. Bersikaplah biasa saja," tambah Buya Yahya.