Menuntun Hujan Kembali ke Dekapan Bumi

DI beberapa sudut Kabupaten Cirebon terutama di wilayah timur dan utara, air hujan kerap datang sebagai kekhawatiran akibat genangan yang meninggi.

Menuntun Hujan Kembali ke Dekapan Bumi
RESAPAN: Sejumlah buis beton disiapkan untuk pembangunan sumur resapan sebagai bagian dari upaya DLH Kabupaten Cirebon.(INILAH/MAMAN SUHARMAN)

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon akhirnya menyiapkan pembangunan 74 titik sumur resapan air yang tersebar di 34 kecamatan.

Pembangunan tersebut diarahkan untuk meningkatkan daya resap air sekaligus menekan limpasan yang berpotensi memicu genangan dan banjir.

Sekretaris DLH Kabupaten Cirebon Sugeng Wahyudi mengatakan, sumur resapan menjadi salah satu langkah mitigasi banjir dengan mengembalikan air hujan ke dalam tanah.

“Biasanya air itu hanya menggelontor saja. Nah, ini kita masukkan ke dalam tanah sehingga nantinya bisa menjadi cadangan di bawah tanah,” kata Sugeng, Minggu 20 September 2026.

Menurut Sugeng, 74 titik yang disiapkan saat ini belum ideal untuk memenuhi kebutuhan seluruh wilayah Kabupaten Cirebon. Keterbatasan anggaran dan sumber daya menjadi pertimbangan dalam menentukan jumlah pembangunan.

Penempatan sumur resapan nantinya disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masingmasing wilayah. Dalam satu desa, jumlah sumur yang dibangun dapat berbeda.

“Per desa jumlahnya macam-macam. Ada yang satu, ada yang tiga, tergantung kebutuhan di lokasi,” ujarnya.

DLH akan memprioritaskan lokasi yang memiliki persoalan genangan maupun rawan banjir. Sejumlah kawasan di wilayah timur dan utara Kabupaten Cirebon menjadi perhatian karena selama ini terdapat titik-titik yang kerap mengalami genangan.

Secara teknis akunya, sumur resapan menggunakan buis atau cincin beton pada bagian atas. Bagian dalamnya dilengkapi material penyaring berupa batu dan pasir untuk membantu air masuk dan meresap ke dalam tanah.

“Kami prioritaskan sumur resapan di wilayah yang rawan genangan dan banjir, terutama di Cirebon bagian timur dan utara.

Sumur menggunakan buis beton dengan batu dan pasir sebagai penyaring agar air lebih mudah meresap ke dalam tanah,” ujarnya Dia menambahkan, selain mengurangi limpasan air saat hujan deras, pembangunan sumur resapan tersebut diharapkan dapat menambah cadangan air tanah.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya DLH Kabupaten Cirebon memperkuat konservasi air di tengah persoalan banjir dan genangan.

(maman suharman)


Editor : Inilahkoran