Nezar Patria Dukung Bandung Digital Safety Forum 2026, Siap Jadi Keynote Speaker
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mendukung penyelenggaraan Bandung Digital Safety Forum (BDSF) 2026.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mendukung penyelenggaraan Bandung Digital Safety Forum (BDSF) 2026.
Nezar menyatakan kesediaannya menjadi pembicara utama dalam forum keamanan digital tersebut di Bandung pada Kamis (29/10/2026) mendatang.
Forum yang diinisiasi PWI Jabar dan Jurnalis Hukum Bandung (JHB) ini akan membahas ancaman kejahatan digital, termasuk penipuan berbasis kecerdasan artifisial (AI).
Dukungan tersebut disampaikan Nezar saat menerima kunjungan panitia BDSF 2026 pada Selasa (13/10/2026) ke Jakarta. Rombongan terdiri atas pengurus dan anggota JHB serta PWI Jabar.
Dalam pertemuan itu, panitia membahas pentingnya kolaborasi dengan pemerintah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman kejahatan digital. Pasalnya, modus penipuan terus berkembang seiring kemajuan teknologi dan pemanfaatan AI.
Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Panitia BDSF 2026 Yedi Supriadi, Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Jabar Ghiok Riswoto, Ketua JHB Suyono, serta sejumlah anggota panitia lainnya.
Dukungan Wamenkomdigi menjadi perkembangan penting dalam persiapan Bandung Digital Safety Forum 2026. Forum ini dirancang untuk mempertemukan pemerintah, regulator, industri telekomunikasi, praktisi keamanan siber, aparat penegak hukum, insan pers, dan masyarakat.
Melalui pertemuan berbagai pemangku kepentingan tersebut, panitia ingin membuka ruang diskusi mengenai ancaman kejahatan digital yang semakin beragam.
Pembahasannya mencakup penipuan melalui pesan singkat, pencurian identitas, pembajakan nomor telepon, hingga penyalahgunaan teknologi AI untuk memanipulasi suara dan wajah seseorang.
Kehadiran Nezar sebagai keynote speaker diharapkan membawa perspektif pemerintah mengenai tantangan keamanan digital dan perkembangan regulasi. Selain itu, forum ini diharapkan memperkuat sinergi pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi modus kejahatan yang terus berubah.
Bagi panitia, persoalan keamanan digital tidak cukup ditangani melalui pendekatan teknis. Edukasi masyarakat, perlindungan hukum, dan tanggung jawab dalam menggunakan teknologi juga menjadi bagian penting dari upaya tersebut.
Keterlibatan PWI Jabar dan JHB dalam penyelenggaraan BDSF 2026 menjadi bagian dari upaya mendorong peran pers dalam edukasi publik.
Panitia berharap forum tersebut tidak berhenti sebagai seminar, tetapi juga menjadi momentum untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai keamanan digital.
Kolaborasi dengan pemerintah, regulator, pelaku industri, aparat penegak hukum, praktisi keamanan siber, dan komunitas masyarakat dinilai penting agar edukasi dapat menjangkau lebih banyak kalangan.
Melalui forum tersebut, masyarakat diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai cara mengenali penipuan, menjaga data pribadi, dan merespons ancaman digital.
Editor : Doni Ramdhani
