Nikmatnya Hidangan Legendaris Bakakak Sampurasun Nusasari, Sensasi Makan Ayam Bakar Gurih Kini Hadir di Lembang
Warung Bakakak Nusasari Lembang jadi salah satu tempat makan legendaris yang menyajikan ayam bakar atau bakakak trasisional dan tenteunya dengan tempat yang unik dan representatif untuk bersantap bersam akeluarga
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Tak terasa, warung bakakak yang menyajikan cita rasa khas Sunda, Sampurasun Nusasari telah berdiri selama 31 tahun.
Berawal dari cabang pertama di Parantina Nusasari Subang tahun 1994, warung ini kini menjadi salah satu tujuan kuliner yang diminati wisatawan dan warga sekitar di Lembang.
Pengelola Warung Bakakak Sampurasun Nusasari Lembang, Sandi Saputra mengatakan, ada beberapa nilai jual yang membuat warung ini berbeda.
"Yang pertama, ayamnya 'dari kita untuk kita', imbah hasil usaha kita diolah jadi pakan ayam, sehingga tercipta siklus berkelanjutan," kata Sandi saat ditemui usai soft opening di Lembang, Jumat 19 Desember 2025.
Tak cuma itu, rasa bakakaknya yang khas menjadi daya tarik utama. Berbeda dengan ayam bakar yang biasanya dibumbui kecap atau manis, bakakak di sini menonjolkan rasa gurih yang khas.
"Bahkan, proses pembakarannya juga spesial, yakni menggunakan arang dari pohon buah-buahan yang cukup keras, menghasilkan aroma yang unik dan tidak ditemukan di tempat lain," tuturnya.
Tidak cuma rasa, lanjut Sandi, ambience tradisional Sunda juga menjadi daya tarik. Bangunan yang didominasi bambu, mulai dari atap anyaman hingga tekstur dinding yang mengusung nuansa rumah Sunda zaman dulu.
"Kita berharap warung ini bisa jadi tujuan utama kuliner bagi wisatawan yang datang ke Lembang, bahkan warga sekitar," ujarnya.
Selain bakakak, menu lain yang direkomendasikan antara lain nasi liwet dadakan dengan varian pete, ikan asin, atau teri, karedok khas, serta hidangan ikan seperti gurame cobek dan nila cobek.
"Ada juga ayam goreng kampung yang dibumbui dengan resep khas Sampurasun Nusasari," imbuhnya.
Mengenai harga, Sandi menjelaskan bahwa semua menu dibuat sangat affordable (terjangkau). "Untuk empat orang makan paket lengkap, cuma habis sekitar Rp200 ribu sampai Rp250 ribu rupiah, kita udah ngebenchmark dengan tempat lain di sekitar sini, dan bisa dibilang salah satu yang paling terjangkau," katanya.
Tak cukup sampai di situ, Sandi menyebut, resep yang digunakan tidak sembarangan. "Ini resep legenda yang turun-turun sejak 1994, berasal dari akar kita di Parantina Nusasari Subang," terangnya.
"Meskipun nama cabang di Lembang adalah Sampurasun Nusasari, esensi cita rasa dan nilai-nilai dari induknya tetap terjaga," ucapnya.
Sandi menyebut, restoran yang dikelolanya itu menyasar target pasar wisatawan, seperti cabang lain di Soreang yang dekat jalur Ciwidey, Sampurasun Nusasari Lembang berusaha menjadi lebih dari sekadar warung makan.
"Jadi ini sebuah tempat untuk merasakan keaslian kuliner Sunda dengan sentuhan kelestarian dan nuansa tradisional," sebutnya.
Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan yang membuka Warung Bakakak Sampurasun Nusasari berharap dibukanya cabang kelima di Lembang ini bisa menambah ramainya kuliner di Bandung Barat.
"Alhamdulillah, saya bisa hadir dan membuka cabang kelima ini. Semoga ini bisa menambah ramainya kuliner di Bandung Barat," ujar Erwan.
Selain itu, dengan tempat yang representatif dan parkir luas di belakang, dirinya meyakini Warung Bakakak Sampurasun Nusasari ini bisa menjadi primadona baru untuk rumah makan di sekitaran Lembang.
"Ini juga pas sekali menjelang Nataru dan juga bulan puasa, Februari 2026 nanti sudah puasa, jadi tempat ini bisa segera dinikmati oleh warga dan wisatawan saat musim berkunjung yang sibuk," jelasnya.
Setelah mencoba hidangannya, Erwan memberikan pujian untuk rasa yang konsisten. "Rasa sangat enak sekali, sama dengan yang saya rasakan di Sumedang, Soreang, dan Pasteur. Semua menunya sama dan tetap enak," katanya.
Soal harga, Erwan menyebut, bahwa menu yang menggunakan ayam kampung tetap terjangkau meskipun harga bahan baku meningkat.
"Ayam kampung sekarang memang lebih mahal daripada ayam negeri, tapi di sini dengan bumbuan yang enak, harganya masih wajar dan ramah di kantong," tandasnya. ***
Editor : Ahmad Sayuti


