OVO dan BI Jabar Perkuat Literasi Keuangan Digital 10.000 Mahasiswa Baru Unpad

OVO dan BI Jabar Perkuat Literasi Keuangan Digital 10.000 Mahasiswa Baru Unpad
FINTECH ACADEMY: (ki-ka) Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra, Kepala BI Jabar Junanto Herdiawan, Direktur Operasional IDX Channel & Pemimpin Redaksi Okezone Masirom, dan Financial Planner Rista Zwestika berfoto bersama ribuan mahasiswa baru Unpad dalam edukasi Fintech Academy di Jatinangor, Selasa (11/8).

Oleh:Dono Ramdhani

INILAH, Bandung - Guna memperkuat literasi keuangan generasi muda, OVO bersama Bank Indonesia (BI) melalui Fintech Academy berkolaborasi dengan MoneyFestasi menghadirkan roadshow Fintech Academy x MoneyFestasi dalam rangkaian Penerimaan Raya Mahasiswa Baru Universitas Padjadjaran (Unpad) 2026.

Mengusung tema “Literasi Digital untuk Generasi Muda, Bijak di Media Sosial dan Bertransaksi di Era Digital”, edukasi literasi keuangan itu diberikan kepada 10.000 peserta di tengah momentum orientasi mahasiswa baru untuk membekali mereka dengan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan dan keamanan bertransaksi digital sejak awal masa perkuliahan.

“Mahasiswa baru sedang memasuki fase yang menuntut kemandirian dalam mengelola keuangan dan memanfaatkan layanan digital. Melalui kolaborasi bersama Bank Indonesia (BI), MoneyFestasi dan Unpad, kami berharap inisiatif Fintech Academy by OVO ini dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk mengenali risiko, bertransaksi secara aman, serta membangun kebiasaan finansial yang bertanggung jawab,” kata Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra, Selasa (11/8).

Menurutnya, edukasi itu menjadi relevan di tengah kesenjangan sebesar 14,05 poin persentase antara tingkat inklusi dan literasi keuangan, berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pusat Statistik (BPS). Hal ini menunjukkan bahwa tingginya pemanfaatan layanan keuangan belum sepenuhnya diikuti oleh kemampuan untuk memahami manfaat, risiko, dan cara penggunaannya secara tepat.

Ketimpangan tersebut menjadi semakin penting untuk diatasi di tengah maraknya kejahatan digital. Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat lebih dari 572.000 laporan rekening penipuan melalui layanan CekRekening.id sepanjang 2017 hingga 2024, serta memblokir lebih dari 13.000 nomor telepon yang terindikasi penipuan hingga Mei 2026.

“Kondisi ini mempertegas pentingnya membekali mahasiswa baru, yang mulai memasuki fase hidup lebih mandiri, dengan kemampuan mengelola keuangan sekaligus melindungi diri saat beraktivitas di ruang digital,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BI Jabar Junanto Herdiawan menuturkan generasi muda memiliki peran penting dalam membangun ekosistem digital yang sehat, aman, dan produktif.

“Di era digital, apa yang kita lakukan di ruang digital, baik melalui media sosial maupun transaksi digital, perlu dilakukan secara bijak dan bertanggung jawab. Saring sebelum sharing, jaga data pribadi, dan pastikan setiap transaksi dilakukan dengan aman. Kalau ragu, stop dulu, jangan panik, lakukan verifikasi melalui kanal resmi,” ujar Junanto. (dnr) 


Editor : Inilahkoran