Pacu Ekonomi Halal, Sekolah Vokasi Gandeng Industri

Pacu Ekonomi Halal, Sekolah Vokasi Gandeng Industri
EKONOMI KREATIF HALAL: Politeknik APP Jakarta memperkuat kolaborasi dengan PT Darya-Varia Laboratoria Tbk dalam program Halalpreneur.

INILAH, Jakarta - Politeknik APP Jakarta memperkuat kolaborasi dengan industri dalam mendorong pengembangan ekosistem ekonomi kreatif halal di Indonesia.

Sinergi tersebut diwujudkan sekolah vokasi di bawah naungan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) itu bersama PT Darya-Varia Laboratoria Tbk dalam program Halalpreneur yang bertujuan mengembangkan wirausaha halal yang inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Direktur Politeknik APP Jakarta AR Arie Wicaksono menilai kolaborasi tersebut menjadi bentuk nyata sinergi pentahelix dalam memperkuat ekonomi halal Indonesia.

“Kegiatan Halalpreneur yang memasuki tahun ke-5 semakin meneguhkan semangat kami untuk berkolaborasi dan memberikan nilai tambah bagi UMKM yang berkelanjutan,” katanya dikutip dari Antara, Rabu (12/8).

Menurutnya, program Halalpreneur akan dilaksanakan melalui rangkaian kegiatan seminar, workshop, pendampingan, dan showcase produk halal. Dengan dukungan industri, program ini diharapkan mampu menjadi katalis bagi lahirnya wirausaha halal yang inovatif sekaligus memperkuat kontribusi ekonomi halal terhadap perekonomian nasional.

Kolaborasi strategis tersebut diakuinya menjadi bagian dari upaya memperkuat peran generasi muda, pelaku UMKM, serta komunitas kreatif agar mampu menciptakan produk dan bisnis halal yang memiliki daya saing di pasar global.

Penyelenggaraan Halalpreneur tahun ini juga bertepatan dengan momentum Hari UMKM Nasional yang diperingati setiap 12 Agustus.

Sementara itu, Legal & Corporate Affairs Division Head and Corporate Secretary Darya-Varia Widya Olivia Tobing mengatakan program Halalpreneur yang memasuki tahun kelima telah berkembang menjadi ruang kolaborasi antara industri, pendidikan vokasi, dan UMKM dalam membangun ekosistem halal yang lebih kuat.

Dia menambahkan, semangat Halalpreneur tidak hanya berorientasi pada pembangunan usaha, tetapi juga menciptakan inovasi yang memberikan nilai tambah dan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

“Melalui kolaborasi ini, kami berharap semakin banyak wirausaha halal yang lahir untuk memperkuat daya saing industri nasional sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi halal Indonesia di masa depan,” ujarnya.

Sebelumnya, Kemenperin juga terus mendorong pengembangan Kawasan Industri Halal sebagai infrastruktur pendukung yang memudahkan pelaku usaha memenuhi standar halal secara lebih efisien sekaligus meningkatkan daya tarik investasi di sektor industri halal.

Selain itu, Kemenperin mencatat secara kumulatif hingga triwulan I 2026, jumlah sertifikat halal pada subsektor industri halal telah mencapai 2.662.607 sertifikat. (dnr)


Editor : Inilahkoran