PAD Pemkot Bandung Tembus Rp3 Triliun, Kolaborasi Dinilai Kunci Keberhasilan
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mencatat, capaian positif dalam realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2025 menembus angka lebih dari Rp3 triliun.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mencatat, capaian positif dalam realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2025 menembus angka lebih dari Rp3 triliun.
Peningkatan itu tidak lepas dari strategi kolaboratif antara pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat yang berhasil mengoptimalkan berbagai sumber pajak serta kegiatan ekonomi kota.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bandung, Gun Gun Sumaryana menyampaikan, capaian PAD didorong oleh pajak utama seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan pajak kendaraan bermotor.
"Di tahun 2025, realisasi PAD kita mencapai tiga triliun lima puluh miliar. Kontributor terbesarnya berasal dari PBB, BPHTB dan pajak kendaraan bermotor. Selain itu, pajak restoran dan hotel juga memberikan kontribusi yang cukup besar," kata Gun Gun Sumaryana, Kamis 8 Januari 2026.
Menurut ia, keberhasilan ini juga terkait dengan membaiknya aktivitas ekonomi di Kota Bandung. Berbagai event besar yang digelar Pemkot Bandung seperti Pocari Sweat Run, Asia Africa Festival, rangkaian perayaan Hari Jadi Kota Bandung ke-215 hingga perayaan Natal dan Tahun Baru berdampak positif terhadap sektor jasa khususnya restoran, hotel dan hiburan.
Data Bapenda menunjukkan, realisasi pajak restoran pada 2025 mencapai Rp434 miliar meningkat dibandingkan 2024 yang sebesar Rp398 miliar. Pajak hiburan juga naik dari Rp67 miliar menjadi Rp78 miliar. Sektor kendaraan bermotor, turut memperkuat PAD dengan PKB menyumbang sekitar Rp578 miliar dan BBNKB sekitar Rp199 miliar.
Gun Gun menambahkan, pemerintah kota sengaja menekankan kolaborasi dan sinergi untuk mendorong pendapatan daerah. "Pemkot Bandung berfokus pada acara-acara besar di Kota Bandung, yang memberi dampak signifikan terhadap daya tarik wisatawan. Pak Wali Kota juga berfokus pada hal tersebut," ucapnya.
Optimisme pemerintah kota juga tercermin dari target PAD 2026 yang dipatok sebesar Rp3,6 triliun. Target ini akan mengandalkan kontribusi PBB dan BPHTB masing-masing Rp700 miliar, dan pajak kendaraan bermotor dan BBNKB gabungan sekitar Rp800 miliar. "Pajak hotel dan restoran, ditargetkan masing-masing Rp405 miliar dan Rp398 miliar seiring dengan pulihnya tingkat hunian hotel dan meningkatnya kegiatan MICE di Kota Bandung," ujar dia.
Editor : JakaPermana

