Palawa Unpad Petakan Karst dan Potensi Desa

Palawa Unpad Petakan Karst dan Potensi Desa
KAWASA KARST: Tim eksplorasi Palawa Unpad saat memetakan gua Kawasan Karst Kuta di Pemalang, Jawa Tengah. Ekspedisi itu menjadi bagian dari pengabdian masyarakat.

INILAH, Bandung - Perjalanan menuju Desa Gongseng, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, membawa anggota Unit Kegiatan Mahasiswa Palawa Universitas Padjadjaran (Unpad) pada sebuah petualangan yang lebih dari sekadar menaklukkan alam.

Selama sepekan, 1-7 Agustus 2026, mereka menyusuri kawasan Karst Kuta, memanjat Tebing Gajah, memetakan gua, sekaligus berjumpa dengan masyarakat Desa Gongseng untuk menggali potensi ekonomi kreatif yang bisa dikembangkan.

Ekspedisi bertajuk “Eksplorasi-Pemetaan Karst Kuta, Pemanjatan-Pemetaan Tebing Gajah, dan Pengembangan Ekonomi Kreatif Desa Gongseng” itu menjadi ruang bagi anggota Palawa Unpad untuk menerapkan ilmu kepecintaalaman sekaligus mengabdikan pengetahuan mereka kepada masyarakat.

Pembina Palawa Unpad Nurullia Fitriani mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata pengabdian masyarakat yang dipadukan dengan penerapan ilmu yang selama ini dipelajari para anggota.

“Agenda besar ini merupakan wujud nyata dari implementasi pengabdian masyarakat sekaligus aplikasi komprehensif ilmu kepecintaan alam yang telah dipelajari,” katanya, seperti dikutip dari ANTARA, Senin (17/8).

Perjalanan itu dimulai dengan menuju Desa Gongseng, dilanjutkan proses perizinan dan survei. Tim kemudian melakukan observasi, pengambilan data, pemanjatan Tebing Gajah, serta eksplorasi dan pemetaan gua.

Bukan sekadar berjalan dan memanjat, setiap langkah dicatat menjadi data. Tim menargetkan pemanjatan hingga 100 meter sekaligus pemetaan jalur pemanjatan, serta pemetaan gua sepanjang satu kilometer.

Ketua Tim Ibnu Tsaqib Athaillah mengatakan pemanjatan dilakukan secara bertahap. Pada 3 Agustus, tim mencapai 40 meter, kemudian 105 meter pada 4 Agustus, 80 meter pada 5 Agustus, dan 120 meter pada 6 Agustus.

Eksplorasi gua juga dilakukan bertahap hingga mencapai target satu kilometer. Dari perjalanan tersebut, tim menghasilkan peta gua Kawasan Karst Kuta dan peta rute pemanjatan Tebing Gunung Gajah.

Namun, ekspedisi tidak berhenti di dinding tebing dan lorong gua. Tim juga masuk ke ruang kehidupan masyarakat Desa Gongseng melalui wawancara, observasi lapangan, serta sosialisasi pemberdayaan ekonomi kreatif berbasis tanaman Azolla. (gin)


Editor : Inilahkoran